Jakarta, FORTUNE - Anak usaha Kawan Lama Group, PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID), memperluas konsep Gindaco melalui pembukaan gerai Gindaco Yokocho di Central Park Mall, Jakarta. Selain memperluas pilihan menu, konsep baru ini diharapkan dapat meningkatkan trafik pelanggan sekaligus pengalaman konsumen tanpa meninggalkan takoyaki sebagai produk utama.
Pengembangan Gindaco Yokocho berangkat dari peluang di segmen makanan ringan Jepang. Meski restoran Jepang sudah cukup banyak berkembang di Indonesia, tetapi konsep makanan ringan Jepang yang dipadukan dengan area makan dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
CEO PT Foods Beverages Indonesia, Devin Widya Krisnadi mengatakan, Gindaco sudah dikenal dengan hidangan takoyaki. Namun, dalam konsep baru Gindaco Yokocho, takoyaki tetap menjadi bagian utama yang ditawarkan dengan menu lainnya.
“Kali ini, kami ingin membawa pengalaman snacking Japanese street food lebih jauh. Pelanggan tidak hanya bisa menikmati takoyaki favorit mereka, tetapi juga mengeksplorasi lebih banyak hidangan Jepang dalam suasana yang terinspirasi dari food alley di Jepang,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/10).
Marketing General Manager F&B ID, Sarah Merci mengatakan pengembangan Gindaco Yokocho dilakukan setelah perusahaan membangun Gindaco sebagai merek takoyaki selama delapan tahun.
“Sebagai perusahaan F&B, yang paling penting selain awareness adalah konsumen mengetahui hero product kita. Jadi kami mengambil waktu sekitar delapan tahun supaya takoyaki Gindaco benar-benar melekat dan memiliki relevansi di konsumen. Setelah itu, baru kami berpikir bagaimana mengembangkannya lebih jauh,” ujar Sarah.
Melalui Gindaco Yokocho, perusahaan menambah pilihan makanan yang lebih beragam, termasuk menu berbasis teppanyaki, yakisori, yakitori, dan berbagai makanan goreng atau agemono. Takoyaki tetap menjadi produk utama Gindaco, sedangkan teppanyaki dan yakisori menjadi menu yang ditonjolkan dalam konsep baru tersebut.
“Kami ingin menyediakan experience yang lebih lengkap dan menu yang lebih variatif. Di sini ambience-nya berbeda dan kami menggunakan konsep open kitchen, sehingga konsumen bisa melihat langsung proses memasaknya,” katanya.
Konsep open kitchen tersebut menurutnya digunakan untuk mempertahankan karakter makanan Jepang yang umumnya dimasak langsung di hadapan konsumen. Menu teppanyaki dan yakisori, misalnya, dimasak langsung di atas teppan sehingga menghasilkan aroma dan karakter panggangan yang menjadi bagian dari sajian.
Sementara pemilihan Central Park sebagai lokasi pertama Gindaco Yokocho didasarkan pertimbangan karakter pengunjung dan trafik mal tersebut. Menurut Sarah, lokasi tersebut memiliki basis konsumen yang sesuai dengan target Gindaco Yokocho, mulai dari keluarga, pekerja, penghuni apartemen di sekitar kawasan, hingga anak muda.
Kendati begitu, F&B ID belum memberikan rincian mengenai jumlah gerai Gindaco Yokocho yang akan dikembangkan selanjutnya. Perusahaan mengatakan fokus hingga akhir tahun ini masih pada pengembangan konsep tersebut, sebelum mempertimbangkan ekspansi lebih lanjut.
“Kami masih terus eksplorasi. Sampai saat ini, fokus kami di Gindaco Yokocho dulu. Ke depannya mungkin akan kami eksplorasi lebih jauh,” katanya.
