LUXURY

“Bulan Seni Rupa”, Menandai Pembukaan Kembali TIM Usai Bersolek

‘Wajah baru TIM’ dibuka bertahap hingga Agustus 2022.

“Bulan Seni Rupa”, Menandai Pembukaan Kembali TIM Usai BersolekPengunjung melihat Pameran ‘CIPTA! Kapita Selekta Cikini Raya 73’ di Tim, Cikini, Sabtu (18/6). Fortune Indonesia/Desy Y.

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) , Cikini, Jakarta Pusat kembali dibuka sejak Jumat, 3 Juni 2022. Pembukaan sejak 2019 direvitalisasi, dilakukan secara bertahap dalam tiga bulan. Pada Juni 2022, pengunjung dapat menikmati pameran Bulan Seni Rupa yang diadakan para seniman di Jakarta selama sebulan penuh. Selanjutnya, pada Juli 2022 TIM akan menggelar Bulan Sastra dengan mulai membuka perpustakaan dan PDS HB Jassin. Kemudian pada Agustus, TIM akan membuka Planetarium.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, telah meresmikan Galeri Seni dan Galeri Annex di Gedung Panjang, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat (17/6). Peresmian ini sekaligus membuka rangkaian Pameran Bulan Seni Rupa. Peresmian ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan ulang tahun kota Jakarta ke 495 yang bertajuk 'Jakarta Hajatan'.

“Dari peresmian Galeri Seni, Galeri Annex, dan pembukaan pameran seni rupa PKJ nantinya akan menjadi ikon baru Jakarta, maka babak baru dari sebuah pusat tempat kesenian Jakarta akan kita masuki sama-sama,” kata Anies dalam sambutannya di TIM.

Diresmikannya TIM secara bertahap, kata dia, diharapkan bisa menjadi pusat kebudayaan kelas dunia dan menjadi rumah bagi para seniman. Dengan begitu, nilai kebudayaan di Jakarta akan tetap tumbuh dan terjaga. 

Leni, salah satu pengunjung dari Jakarta Barat ikut berbahagia dan mengapresiasi  dibukanya kembali TIM. “Saya senang, sudah lama tidak ke sini. Ada wajah baru, desain dan bangunan baru serta pameran yang ada. Pameran lukisan dan audio ini menarik. Semoga ke depannya bisa mengadakan banyak event seni baik seni rupa, konser musik, seni lukis, teater, hingga skala internasional. Menjadi wadah bagi anak muda juga bisa berkarya lebih banyak lagi,” ujarnya kepada Fortune Indonesia, Sabtu (18/9).

‘Wajah baru TIM’ menghadirkan fasilitas budaya yang baru, yakni Teater Halaman, Teater Arena, Galeri Annex, dan Pusat Latihan Budaya. Sedangkan, fasilitas yang direvitalisasi adalah Graha Bhakti Budaya, Galeri Cipta 1, 2, dan 3, serta Perpustakaan.

Pemprov DKI Jakarta menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mempercantik wajah PKJ-TIM melalui tiga fase. Menelan biaya investasi Rp1,645 miliar, Jakpro menunjuk arsitektur Isandra Matin Ahmad, atau kerap disebut Andra Matin untuk merancang desain PKJ-TIM.  

Bagi Anda yang ingin melepas rindu berkunjung TIM, pameran Bulan Seni Rupa dibuka gratis untuk umum dan digelar di dua lantai dan tiga tempat, yakni lantai 1 dan 2 Gedung Panjang, serta Galeri Annex. Rangkaian pameran di antaranya pameran arsip dan koleksi seni Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ‘CIPTA! Kapita Selekta Cikini Raya 73’ dan pameran lukisan karya pemuda berkebutuhan khusus ‘Outsider Art Jakarta 2022’ persembahan Kitaoneus.asia.

Pameran ‘CIPTA! Kapita Selekta Cikini Raya 73’

Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar pameran arsip dan koleksi seni DKJ bertajuk ‘CIPTA! Kapita Selekta Cikini Raya 73’ yang berlangsung pada 18 Juni–16 Juli 2022 di Galeri Seni Lantai Satu, “Gedung Panjang”, TIM. Pameran ini dikuratori oleh Ady Nugeraha dan Esha Tegar Putra serta multimedia performance oleh Cut and Rescue X John Navid X Adipati.

“Dewan Kesenian Jakarta berterima kasih kepada kurator, Komisi Arsip dan Koleksi, kolaborator, dan tim pameran yang sudah berupaya dengan baik menghadirkan arsip dan koleksi seni DKJ supaya dapat dinikmati oleh publik dengan cara berbeda. Melalui pameran ini Dewan Kesenian Jakarta berharap publik dapat melihat, mulai dari riak hingga gelombang dari gairah kesenian dekade awal kehadiran kesenian di kompleks kesenian Jalan Cikini Raya 73,” tutur Aidil Usman, Ketua Komite Seni Rupa DKJ periode 2020-2023, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/6).

‘CIPTA! Kapita Selekta Cikini Raya 73’ menampilkan koleksi lukisan dan grafis DKJ serta arsip poster berbagai kegiatan yang diselenggarakan di TIM dari tahun 1960-an hingga akhir 1980-an. Pameran ini mempresentasikan karya dan arsip tersebut ke dalam beberapa ruangan yang secara cair mengelompokkan koleksi seni rupa dan arsip DKJ berdasarkan kecenderungan gaya, subjek, medium, serta konteksnya dalam seni rupa Indonesia.

Koleksi seni rupa dan arsip DKJ

Koleksi seni rupa DKJ juga dapat dilihat sebagai suatu bentuk dokumentasi perjalanan sejarah seni rupa di Jakarta, selama lebih dari lima puluh tahun terakhir, mulai dari diskursus seni yang diprakarsai dan difasilitasi oleh DKJ hingga berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Pameran arsip dan koleksi ini ditujukan untuk melihat bagaimana sejarah TIM dari awal dan semoga saja dari beberapa fase perjalanan TIM itu dapat dibaca di pameran nanti," kata Aidil. 

Aidil menambahkan, di pameran tersebut ada sekitar 60 karya lukis dari para maestro seperti Nashar dan S. Sudjojono. Kemudian, ada sekitar 70 karya poster yang juga akan dipamerkan di sana.

Sementara untuk karya arsip, kata Aidil, terdiri dari arsip tulisan, audio, hingga foto sejak era pembangunan TIM oleh Gubernur Ali Sadikin. "Menariknya lagi, di pameran ini ada respons karya dari komunitas, mencoba mengolah arsip-arsip itu menjadi literasi. Jadi, bagaimana anak-anak muda hari ini dalam melihat arsip tersebut dan memperlakukannya dalam konteks kekinian atau kebaruan," kata Aidil.

Pameran ini juga menghadirkan rekaman audio diskusi-diskusi yang dilakukan Komite Seni Rupa DKJ periode 1969-1977. Salah satunya adalah audio diskusi 28 Agustus 1969 di Lembaga Indonesia Amerika Jakarta, yang memuat pernyataan Oesman Effendi yang jadi pemicu perdebatan panjang dalam wacana seni lukis Indonesia. 

Pengunjung dibawa ke dalam pengalaman audio yang menghadirkan suara “orang-orang besar” dalam sejarah perkembangan seni rupa Indonesia. Dalam pengantar kuratorialnya Hafiz menyebutkan bahwa suara-suara ini adalah suara-suara identitas, suara-suara nasionalisme dan suara-suara modernisme seni lukis Indonesia.

Setelah pameran arsip dan koleksi seni, Komite Seni Rupa berencana menggelar program penerbitan buku seri wacana seni rupa, kemudian laboratorium perspektif perempuan perupa, dan pameran seni rupa publik. Program aktivasi ‘wajah baru TIM’ kemudian akan disusul oleh program-program dari Komite Film, Komite Musik, Komite Sastra, Komite Tari, dan Komite Teater DKJ.

Pameran lukisan Kitaoneus.asia

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Kitaoneus Asia, sebuah organisasi nonprofit yang fokus pada mempromosikan dan melindungi hak orang-orang dengan disabilitas. 

Kolaborasi diwujudkan melalui pameran lukisan karya seniman berkebutuhan khusus di Gedung Panjang, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 3-30 Juni 2022. Pameran ini menampilkan 26 karya dari 14 pelukis berusia 13-26 tahun.

Related Articles