Dubai Bidik Wisatawan Indonesia Lewat Strategi Pariwisata Inklusif

- Dubai membidik wisatawan Indonesia sebagai penggerak utama pertumbuhan kunjungan dan belanja wisata di Asia.
- Dubai menawarkan konektivitas global yang kuat, aksesibilitas, dan keamanan bagi wisatawan Indonesia.
- Dubai menghadirkan beragam pilihan atraksi, mulai dari taman hiburan ramah keluarga hingga destinasi budaya.
Jakarta, FORTUNE — Dubai Department of Economy and Tourism (DET) memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap pasar Indonesia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kedekatan budaya, inklusivitas, dan pengalaman ramah keluarga, Dubai membidik wisatawan Indonesia sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan kunjungan dan belanja wisata di kawasan Asia.
Berdasarkan data DET periode Januari–November 2025, Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional yang menginap—tumbuh 5 persen secara tahunan dan melanjutkan tren rekor kunjungan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,6 juta wisatawan berasal dari Asia Timur Laut dan Asia Tenggara, menunjukkan peran kawasan Asia sebagai sumber pertumbuhan strategis.
Peningkatan ini memperkuat posisi Dubai sebagai hub global dengan konektivitas tinggi, sekaligus destinasi yang semakin relevan bagi pasar Indonesia yang dikenal aktif, adaptif, dan memiliki kecenderungan belanja wisata yang kuat.
Dubai semakin menarik bagi wisatawan Indonesia yang mengutamakan keamanan, kedekatan budaya, berbagai pilihan yang memberikan nilai terbaik, fasilitas ramah Muslim, serta pengalaman liburan keluarga. Wisatawan Indonesia juga termasuk yang paling aktif di Asia, dengan minat yang terus meningkat terhadap perjalanan lintas generasi dan periode menginap bersama keluarga yang lebih lama, sejalan dengan tren yang berkembang di kawasan ini.
Dubai menjawab tren ini dengan menghadirkan beragam pengalaman untuk mengajak wisatawan terlibat langsung dan menyelami cerita di balik destinasi wisata di negara terebut, mulai dari kawasan bersejarah seperti Al Fahidi dan Al Shindagha, petualangan di gurun pasir, wisata kuliner, hingga ruang budaya kontemporer. Bahkan, tur kuliner Old Dubai dinobatkan sebagai salah satu pengalaman terbaik dunia 2026 versi Lonely Planet.
Shahab Shayan, Regional Director Asia Pacific Region, International Operations di Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing, Visit Dubai, bagian dari DET, mengatakan, Indonesia punya peran yang strategis bagi Dubai. “Fokus kami tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang didasari oleh kesamaan nilai, kepercayaan, dan kedekatan,” katanya dalam paparannya di Jakarta, Rabu (7/1).
Menurutnya, Dubai berakar pada keramahtamahan, memiliki nilai-nilai yang dekat dengan wisatawan Indonesia–baik yang berkunjung bersama keluarga, pasangan, maupun dalam kelompok. “Kami ingin setiap wisatawan Indonesia, dengan berbagai gaya perjalanan dan pilihan budget, merasa nyaman dan menikmati pengalaman yang menyenangkan selama berada di Dubai,” ujarnya.
Pola perjalanan wisatawan Indonesia terus berkembang, dengan kecenderungan yang semakin kuat terhadap perjalanan lintas generasi, di mana anggota keluarga dari berbagai usia bepergian bersama.
Dubai menghadirkan beragam pilihan atraksi, mulai dari taman hiburan ramah keluarga dan destinasi budaya, hingga wisata alam dan rekreasi, sehingga memungkinkan wisatawan menghabiskan waktu berkualitas bersama, sambil tetap memenuhi beragam minat dan preferensi.
Lebih dari sekadar destinasi liburan, Dubai juga berkembang sebagai kota yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan dari berbagai kalangan dan preferensi. Ini sejalan dengan visi Dubai Economic Agenda (D33) untuk memperkuat posisi Dubai sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk dikunjungi, dihuni, dan bekerja.
Dengan memahami prioritas wisatawan Indonesia seperti keamanan, keterjangkauan, pengalaman budaya, serta fasilitas ramah Muslim, Dubai menghadirkan destinasi yang selaras dengan kebutuhan dan preferensi tersebut. Berakar pada warisan budaya Islam, Dubai menghadirkan suasana yang terasa akrab dan ramah bagi wisatawan Indonesia, didukung oleh beragam pilihan kuliner halal, fasilitas ibadah, serta tata krama budaya yang santun, sembari tetap tampil sebagai kota multikultural yang modern dan terhubung secara global.
Dengan hampir 200 kebangsaan yang menetap di Dubai, termasuk sekitar 80.000 hingga 100.000 warga Indonesia yang menetap di Uni Emirat Arab, kota ini menciptakan lingkungan multikultural yang hangat dan saling menghormati.
Pusat Global dengan Konektivitas
Berada di lokasi strategis di antara kawasan Timur dan Barat, Dubai menawarkan konektivitas global yang kuat. Dubai International Airport (DXB) tercatat sebagai bandara internasional tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, yang menghubungkan wisatawan ke 269 destinasi global. Ketersediaan penerbangan langsung yang rutin dari Indonesia oleh Emirates menjadikan Dubai sebagai destinasi yang sangat mudah dijangkau bagi wisatawan Indonesia.
Pada 2025, Dubai menempati peringkat ketiga sebagai kota teraman di dunia menurut Numbeo, serta dinobatkan sebagai kota teraman bagi wisatawan perempuan yang bepergian sendiri oleh InsureMyTrip. Reputasi ini disebut menjadi dasar penting yang membuat Dubai begitu menarik bagi keluarga maupun mereka yang baru pertama kali berkunjung.
Strategi pariwisata Dubai menempatkan aksesibilitas sebagai fondasi utama. Sebagai kota yang menjadi pelopor dalam aksesibilitas dan dinobatkan sebagai Certified Autism Destination pertama di Belahan Bumi Timur, Dubai telah melatih puluhan ribu profesional di bandara, hotel, dan atraksi wisata untuk mendukung wisatawan dengan kebutuhan sensorik dan aksesibilitas khusus. Hal ini mencerminkan komitmen Dubai dalam menyediakan pengalaman yang aksesibel bagi semua.
Visi jangka panjang Dubai didukung oleh investasi besar dalam inovasi dan keberlanjutan, mulai dari pengembangan energi terbarukan berskala besar hingga proyek ikonik seperti Ciel Dubai Marina, yang direncanakan menjadi hotel tertinggi di dunia dengan ketinggian 377 meter. "Berbagai inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan Dubai dalam menghadirkan standar baru di industri perhotelan global," kata Shahab.
Komitmen terhadap keberlanjutan semakin memperkuat daya tarik jangka panjang Dubai. Melalui inisiatif Dubai Sustainable Tourism, hotel-hotel didorong untuk mendukung target Net Zero 2050 Uni Emirat Arab, sementara proyek seperti DUBAI REEF, salah satu proyek terumbu karang buatan terbesar di dunia, serta perluasan ruang hijau, menjadi bukti nyata langkah Dubai menuju wisata regeneratif yang memulihkan ekosistem sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.















