Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Klamby Targetkan Buka 10 Gerai dan Incar Pasar Gen Z di 2026

LAE22648.jpg
Klamby perkenalkan koleksi Ied Series 2026 melalui film pendek Nala: Dengar Aku Juga.
Intinya sih...
  • Klamby akan membuka 10 gerai baru tahun ini secara bertahap, dengan fokus di kota-kota tier 2 seperti Sungai Penuh, Jambi, Sukabumi, dan Gresik.
  • Klamby akan mulai menyasar segmen Gen Z sebagai target pasar potensial dengan produk recycle dan eco-friendly serta melalui film pendek untuk memperluas branding.
  • Klamby meluncurkan film musikal keluarga "Nala: Dengar Aku Juga" dan Klamby Digital Show bertajuk “Dunia Nala” untuk memperkenalkan koleksi Ied Series 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Brand modest fashion, Klamby akan melanjutkan ekspansinya tahun ini. Perusahaan menargetkan membuka 10 gerai tahun ini yang dilakukan secara bertahap, menyesuaikan situasi ekonomi tahun ini.

CEO Klamby, M.Ridho Jufri mengatakan secara bisnis, perusahaan tetap optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana menurut beberapa perkiraan, tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2020.

“Kami berupaya. Rencananya, kami ingin menambah hingga 10 toko, namun tetap dilakukan bertahap dan dengan pendekatan wait and see, menyesuaikan kondisi ekonomi,” kata Ridho kepada Fortune Indonesia beberapa waktu lalu usai peluncuran film musikal ‘Nala: Dengar Aku Juga’ di Jakarta.

Adapun, satu gerai baru akan dibuka pada Februari mendatang di Bogor, Jawa Barat. Gerai terbaru mengusung konsep retail butik yang lebih humble, dengan tetap menyertakan sentuhan luxury elegance.

Ekspansi gerai tahun ini akan difokuskan di kota-kota tier 2 yang sudah terpetakan, seperti di Sungai Penuh, Jambi kemudian di pulau Jawa di antaranya Sukabumi, Gresik, Batu, dan kota lain yang masih dilakukan riset potensi pasarnya. Hingga kini, Klamby sudah mengoperasikan 30 gerai di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Untuk Sumatra juga sangat kuat, hampir semua kota besar [Klamby] sudah ada, seperti Padang, Jambi, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Aceh, dan Medan,” ujar Ridho.

Selain wilayah ekspansi, Klamby juga akan mulai menyasar segmen Gen Z sebagai target pasar potensial, dari yang sebelumnya ibu muda. “Karena Gen Z nantinya akan menjadi ibu muda. Kami mulai penetrasi secara perlahan, baik dari sisi produk maupun komunikasi brand,” ujarnya.

Dari sisi produk, menurutnya Gen Z sangat peduli pada produk recycle dan eco-friendly, meskipun tantangannya masih pada harga. Oleh sebab itu, tahun ini Klamby akan lebih banyak mengeksplorasi kategori tersebut dibandingkan tahun lalu.

Strategi marketing dan branding lewat film

DSC00488.jpg
Klamby rilis film baru pendek Nala: Dengar Aku Juga

Untuk memperluas branding dan pemasaran produk, Klamby menempuh cara tak biasa yakni melalui film pendek.

Dalam rangka memperkenalkan koleksi Ied Series 2026, Klamby mengangkat campaign dunia fashion ke level yang lebih emosional melalui film musikal keluarga bertajuk “Nala: Dengar Aku Juga”. Film musikal ini dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Tika Bravani, Quinn Salman, dan Michelle Yuri.

Melengkapi peluncuran film musikal, Klamby juga meluncurkan Klamby Digital Show bertajuk “Dunia Nala”, sebuah peragaan busana digital yang menampilkan seluruh koleksi Klamby Ied 2026. Digital show ini dirancang sebagai lanjutan dari cerita Nala, di mana setiap koleksi ditampilkan sebagai bagian dari dunia imajinatif yang sarat makna, emosi, dan nilai keluarga.

Ini merupakan kali kedua Klamby memperkenalkan koleksinya melalui film. Strategi tersebut kembali dilanjutkan tahun ini dengan peningkatan kualitas. “Kami membaca tren bahwa audiens mulai jenuh dengan hard selling, sehingga kami mengedepankan pendekatan soft selling yang lebih emosional, salah satunya melalui film dan musik,” kata Ridho.

Pendekatan ini dinilai efektif karena digital show bisa ditonton berulang dan lebih mudah diterima pelanggan dibandingkan fashion show konvensional.

“Kami merasa semua brand melakukan hal yang sama—fashion show dan endorsement artis besar. Kami ingin keluar dari “kolam yang sama” dan mencari sesuatu yang lebih relevan dengan target market kami, yaitu ibu-ibu yang mayoritas menyukai film dan cerita keluarga,” katanya.

Proses pembuatan film menurutnya dimulai sejak Agustus 2025 (brainstorming) dan dilanjutkan produksi pada Oktober. Total seluruh proses produksi film memakan waktu sekitar 1,5 bulan, termasuk digital show.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Luxury

See More

Klamby Targetkan Buka 10 Gerai dan Incar Pasar Gen Z di 2026

09 Jan 2026, 16:54 WIBLuxury