Jakarta, FORTUNE - Brand modest fashion, Klamby akan melanjutkan ekspansinya tahun ini. Perusahaan menargetkan membuka 10 gerai tahun ini yang dilakukan secara bertahap, menyesuaikan situasi ekonomi tahun ini.
CEO Klamby, M.Ridho Jufri mengatakan secara bisnis, perusahaan tetap optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana menurut beberapa perkiraan, tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2020.
“Kami berupaya. Rencananya, kami ingin menambah hingga 10 toko, namun tetap dilakukan bertahap dan dengan pendekatan wait and see, menyesuaikan kondisi ekonomi,” kata Ridho kepada Fortune Indonesia beberapa waktu lalu usai peluncuran film musikal ‘Nala: Dengar Aku Juga’ di Jakarta.
Adapun, satu gerai baru akan dibuka pada Februari mendatang di Bogor, Jawa Barat. Gerai terbaru mengusung konsep retail butik yang lebih humble, dengan tetap menyertakan sentuhan luxury elegance.
Ekspansi gerai tahun ini akan difokuskan di kota-kota tier 2 yang sudah terpetakan, seperti di Sungai Penuh, Jambi kemudian di pulau Jawa di antaranya Sukabumi, Gresik, Batu, dan kota lain yang masih dilakukan riset potensi pasarnya. Hingga kini, Klamby sudah mengoperasikan 30 gerai di seluruh Indonesia.
“Tidak hanya di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Untuk Sumatra juga sangat kuat, hampir semua kota besar [Klamby] sudah ada, seperti Padang, Jambi, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Aceh, dan Medan,” ujar Ridho.
Selain wilayah ekspansi, Klamby juga akan mulai menyasar segmen Gen Z sebagai target pasar potensial, dari yang sebelumnya ibu muda. “Karena Gen Z nantinya akan menjadi ibu muda. Kami mulai penetrasi secara perlahan, baik dari sisi produk maupun komunikasi brand,” ujarnya.
Dari sisi produk, menurutnya Gen Z sangat peduli pada produk recycle dan eco-friendly, meskipun tantangannya masih pada harga. Oleh sebab itu, tahun ini Klamby akan lebih banyak mengeksplorasi kategori tersebut dibandingkan tahun lalu.
