Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 6 Perbedaan Emas Putih dan Emas Kuning, Jangan Keliru
ilustrasi cincin emas putih (pexels.com/Nimble Video Productions)
  • Emas putih berwarna keperakan dari campuran logam putih dan sering berlapis rhodium, sedangkan emas kuning mempertahankan warna keemasan alami melalui campuran tembaga serta perak.

  • Keduanya bisa memiliki kadar emas sama, tetapi emas putih umumnya lebih tahan gores dan perlu pelapisan ulang rhodium; emas kuning lebih mudah tergores namun perawatannya cukup dibersihkan dan dipoles.

  • Harga dipengaruhi kadar, berat, desain, merek, serta pengerjaan; pembeli perlu menyesuaikan gaya, kebutuhan perawatan, dan memeriksa campuran logam terkait risiko alergi nikel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Emas putih dan emas kuning biasanya digunakan sebagai bahan perhiasan. Namun, keduanya memiliki tampilan dan karakter yang berbeda.

Karena itu, penting memahami karakteristik emas putih dan emas kuning sebelum membeli perhiasan. Lantas, apa perbedaan emas putih dan emas kuning? Simak enam perbedaannya berikut ini.

Perbedaan emas putih dan emas kuning

1. Warna dan tampilan

Perbedaan emas putih dan emas kuning paling mudah dikenali dari warnanya. Emas putih memiliki warna putih keperakan karena emas murni dicampur dengan logam lain, seperti paladium, nikel, atau seng. Beberapa perhiasan juga dilapisi rhodium agar tampil lebih berkilau.

Sebaliknya, emas kuning memiliki warna keemasan yang lebih alami. Semakin tinggi kadar emasnya, warna kuning biasanya terlihat semakin pekat karena kandungan emas murni lebih besar.

Perbedaan warna tersebut memberikan kesan yang berbeda saat dikenakan. Emas putih cenderung berkesan modern, sedangkan emas kuning memiliki kesan klasik.

2. Komposisi dan kadar emas

Emas putih dan emas kuning dapat memiliki tingkat kemurnian yang sama. Perbedaan keduanya terletak pada jenis logam yang dicampurkan dengan emas murni.

Emas putih menggunakan campuran paladium, nikel, atau logam berwarna putih lainnya untuk menghasilkan warna keperakan. Di satu sisi, emas kuning umumnya dicampur dengan tembaga dan perak agar warna keemasan terlihat.

Sebagai contoh, emas putih dan emas kuning 18 karat sama-sama mengandung 75 persen emas murni. Namun, komposisi 25 persen logam campurannya dapat berbeda, sehingga menghasilkan warna dan karakter yang tidak sama.

3. Daya tahan

Dari sisi daya tahan, emas putih cenderung lebih tahan terhadap goresan karena menggunakan campuran logam yang lebih keras dan umumnya dilapisi rhodium. Namun, lapisan tersebut dapat menipis seiring pemakaian sehingga perlu diperbarui secara berkala.

Emas kuning relatif lebih mudah tergores atau penyok, terutama pada kadar emas yang tinggi. Meski demikian, ketahanan kedua jenis emas tetap dipengaruhi oleh kadar dan komposisi logam campurannya.

4. Perawatan

Perbedaan emas putih dan emas kuning bisa tampak juga dari kebutuhan perawatannya. Emas putih membutuhkan perawatan lebih rutin karena lapisan rhodium dapat menipis seiring pemakaian. Emas putih perlu dilapisi ulang untuk mempertahankan warna dan kilaunya.

Sementara itu, emas kuning tidak memerlukan pelapisan ulang karena warna alaminya tidak bergantung pada rhodium. Perawatan emas kuning cukup dilakukan dengan pembersihan dan pemolesan secara berkala bila mulai kusam.

5. Harga

Perbedaan emas putih dan emas kuning berikutnya bisa diperhatikan dari sisi harga. Perlu dipahami bahwa harga perhiasan dipengaruhi kadar dan berat emas, desain, merek, hingga biaya pengerjaan.

Pada emas putih, biaya produksi dapat bertambah karena penggunaan logam campuran tertentu dan pelapisan rhodium. Karena itu, perbandingan harga emas putih dan emas kuning sebaiknya menggunakan produk dengan kadar dan berat yang setara.

6. Risiko alergi

Komposisi logam campuran perlu diperhatikan juga, terutama bagi pengguna dengan kulit sensitif. Beberapa emas putih menggunakan nikel yang dapat memicu reaksi pada orang yang sensitif terhadap logam tersebut.

Emas kuning dengan kadar lebih tinggi cenderung memiliki proporsi logam campuran lebih rendah. Namun, komposisi tetap perlu diperiksa karena setiap produk dapat menggunakan paduan yang berbeda.

Bagaimana cara memilih emas putih atau emas kuning?

Setelah tahu perbedaan emas kuning dan emas putih, apakah tertarik membelinya? Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan, yaitu:

  • Sesuaikan dengan gaya perhiasan

Emas putih memberikan tampilan modern dengan warna keperakan. Emas kuning menawarkan kesan klasik dengan warna emas yang lebih menonjol.

  • Perhatikan kadar emas

Kadar karat menunjukkan proporsi emas murni dalam perhiasan. Semakin tinggi kadarnya, kandungan emas semakin besar, tetapi materialnya cenderung lebih lunak.

  • Pertimbangkan kebutuhan perawatan

Emas putih umumnya membutuhkan pelapisan ulang rhodium setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Emas kuning relatif lebih sederhana dalam hal perawatan.

  • Cek komposisi logam campuran

Langkah ini penting bagi pemilik kulit sensitif. Pasalnya, beberapa perhiasan emas putih menggunakan nikel yang dapat memicu reaksi alergi.

Itulah perbedaan emas putih dan emas kuning yang perlu dicermati. Perhatikan juga cara menentukan pilihan supaya mendapatkan perhiasaan yang cocok.

FAQ seputar perbedaan emas putih dan emas kuning

Apa perbedaan utama emas putih dan emas kuning?

Perbedaan utamanya terletak pada warna dan jenis logam campuran yang digunakan bersama emas.

Apakah emas putih lebih mahal daripada emas kuning?

Tidak selalu karena harga dipengaruhi kadar, berat, desain, merek, dan biaya pengerjaan.

Apakah emas putih membutuhkan perawatan lebih?

Ya, lapisan rhodium pada emas putih dapat menipis sehingga perlu dilapisi ulang secara berkala.

Mana yang lebih tahan digunakan sehari-hari?

Ketahanan bergantung pada kadar dan komposisi logam, bukan semata-mata warna emas.

Editorial Team

Related Article