AADI akan menggunakan kas internal untuk membiayai buyback. Manajemen menilai saldo laba dan arus kas yang tersedia cukup untuk mendukung buyback tanpa mengganggu keuangan perseroan.
AADI juga menyatakan buyback diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Perseroan berharap harga saham dapat lebih mencerminkan nilai fundamental bisnis serta meningkatkan kepercayaan investor.
Manajemen turut menyampaikan proyeksi dampak buyback terhadap laporan keuangan dengan asumsi penggunaan dana maksimal Rp5 triliun. Berdasarkan proforma untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, laba per saham dasar diperkirakan meningkat dari 0,09762 dolar AS menjadi 0,10401 dolar AS.
Di sisi lain, total aset dan ekuitas diproyeksikan berkurang masing-masing sekitar 292,02 juta dolar AS. Total aset diperkirakan turun dari 5,71 miliar dolar AS menjadi 5,41 miliar dolar AS, sedangkan ekuitas berkurang dari 3,65 miliar dolar AS menjadi 3,36 miliar dolar AS.