ACM Exchange Gandeng LME, Perkuat Perdagangan Komoditas Global

- ACM Exchange menandatangani kerja sama dengan London Metal Exchange pada 22 Oktober 2026 untuk menghubungkan perdagangan komoditas domestik dengan pasar logam internasional.
- Kemitraan ini mengacu pada harga LME yang diakui global, dengan tujuan meningkatkan transparansi pasar dan daya saing pelaku komoditas Indonesia.
- ACM Exchange berencana mengembangkan produk serta ekosistem perdagangan, sebagai PLK berizin Kementerian Perdagangan dan diawasi Bappebti.
Jakarta, FORTUNE – PT ACM Mercantile Exchange (ACM Exchange) menjalin kerja sama dengan London Metal Exchange (LME) untuk memperkuat keterhubungan perdagangan komoditas domestik dengan pasar logam internasional. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kedua pihak pada 22 Oktober 2026.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi ACM Exchange untuk memperluas kemitraan dengan institusi pasar internasional sekaligus memperkuat hubungan antara ekosistem perdagangan komoditas Asia dan pasar logam global.
LME merupakan salah satu bursa perdagangan logam industri yang memiliki pengakuan internasional. Bursa tersebut berperan dalam proses pembentukan harga (price discovery) serta menyediakan harga acuan yang digunakan pelaku pasar di berbagai mata rantai pasok industri logam dunia.
Komisaris ACM Exchange, Jeremy Ang, mengatakan kolaborasi dengan LME diharapkan dapat menghubungkan aktivitas perdagangan komoditas domestik dengan standar harga internasional. Langkah tersebut dinilai penting seiring dengan perkembangan pasar komoditas di dalam negeri.
"Harga yang ditetapkan oleh London Metal Exchange telah diakui secara luas sebagai salah satu acuan utama bagi industri logam global, termasuk di kawasan Asia," ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (2/11).
Jeremy menambahkan, seiring dengan perkembangan pasar komoditas domestik, ACM Exchange mengambil langkah menuju integrasi pasar global melalui kolaborasi dengan London Metal Exchange.
Dengan menghubungkan perdagangan komoditas domestik dengan harga acuan LME yang menjadi standar internasional dalam penetapan harga logam, pihaknya berupaya mendukung terciptanya pasar yang lebih transparan sekaligus meningkatkan daya saing para pelaku pasar dalam menghadapi dinamika perdagangan global.
Menurut ACM Exchange, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mempertemukan pelaku pasar domestik dan internasional melalui sistem perdagangan yang efisien dan transparan.
Dalam menjalankan aktivitasnya, ACM Exchange beroperasi berdasarkan kerangka perdagangan komoditas yang diatur otoritas terkait. Perusahaan juga terus menjajaki kemitraan strategis untuk mendorong pertumbuhan pasar, memperbaiki transparansi transaksi, serta memperkuat keterlibatannya dalam ekosistem perdagangan komoditas global.
Direktur Utama ACM Exchange, Arwadi J. Setiabudi, menyebut kemitraan dengan LME sebagai salah satu upaya memperkuat fondasi perdagangan komoditas dalam negeri. Melalui kerja sama tersebut, pelaku pasar domestik dan regional berpeluang terlibat dalam proses pembentukan harga komoditas di tingkat internasional melalui ACM Exchange.
"Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi pasar komoditas domestik," katanya.
Ke depan, ACM Exchange berencana melanjutkan pengembangan dan diversifikasi produk komoditas. Perusahaan juga akan memperkuat ekosistem perdagangannya untuk menopang pertumbuhan industri perdagangan komoditas Indonesia secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, PT ACM Mercantile Exchange merupakan Pasar Lelang Komoditas (PLK) yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Berdiri sejak 2016, ACM Exchange menyediakan platform perdagangan komoditas yang mengedepankan transparansi dan efisiensi. Platform tersebut menghubungkan pelaku pasar domestik dan internasional dalam satu ekosistem perdagangan.















