Jakarta, FORTUNE - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengklarifikasi rumor tentang rencana dual listing perseroan di Bursa Hong Kong.
Sebelumnya, sejumlah media massa memberitakan tentang rencana tersebut. Direktur Utama AMMN, Arief Widhyawan Sidarto, mengatakan, informasi dalam pemberitaan tersebut bersifat spekulasi.
"Sampai dengan tanggal surat ini, fokus perseroan adalah menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," kata Arief dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (17/7).
Selain itu, ia menyatakan, tidak ada informasi, fakta, maupun kejadian penting lain yang belum diungkapkan kepada publik atau beredar di ranah publik. Baik itu informasi bersifat material maupun dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan ataupun harga saham perseroan.
"Perseroan akan senantiasa mematuhi seluruh peraturan terkait keterbukaan informasi, termasuk POJK Nomor 31 Tahun 2015, POJK Nomor 45 Tahun 2024, dan Keputusan Direksi BEI tentang Peraturan Nomor I-E," tulis Arief.
Apabila nantinya AMMN benar-benar akan melakukan dual listing di Bursa Hong Kong, maka perseroan akan menjadi emiten kedua yang melakukan langkah tersebut. Sebelumnya, ada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang telah menawarkan sekitar US$304 juta surat berharga penitipan saham Hong Kong (Hong Kong Dpositary Receipt/HKDRT) dengan harga penawaran maksimal.
Pada Jumat siang, di perdagangan sesi kedua, saham AMMN melemah 0,77 persen ke harga Rp3.890. Dikutip dari IDX Mobile, volume perdagangan saham AMMN mencapai 36,1 juta, dengan nilai transaksi sebesar Rp140 miliar, serta frekuensi transaksi sebanyak 10.500 kali.
Sementara itu, pada akhir perdagangan Kamis (17/7), harga AMMN ditutup menguat 4,26 persen di Rp3.920. Lebih lanjut, dalam sepekan terakhir, harga AMMN terpantau naik sebesar 10,83 persen.
