Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Arti Debt to Equity Ratio bagi Investor Saham?
ilustrasi utang (vecteezy.com/Hifzhan Graphics)
  • Debt to Equity Ratio (DER) membandingkan total liabilitas dengan ekuitas untuk menunjukkan porsi pendanaan utang perusahaan.

  • DER di bawah 1 mencerminkan leverage lebih konservatif, sedangkan DER tinggi meningkatkan sensitivitas terhadap penurunan arus kas dan biaya utang.

  • Investor perlu membandingkan DER dengan emiten sejenis, memantau trennya, menilai penggunaan serta kemampuan pembayaran utang, lalu melengkapinya dengan indikator keuangan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investor saham perlu memahami kondisi keuangan perusahaan sebelum menilai prospek sebuah emiten. Salah satu rasio yang dapat digunakan adalah debt to equity ratio (DER).

Bagi investor, DER berfungsi untuk melihat seberapa besar perusahaan menggunakan pendanaan berbasis liabilitas dibandingkan modal sendiri. Lebih lengkapnya, berikut penjelasan mengenai arti debt to equity ratio bagi investor saham. Simak sampai tuntas, ya.

Apa arti DER bagi investor saham?

Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan total liabilitas dengan ekuitas perusahaan. Rasio ini menunjukkan seberapa besar perusahaan menggunakan liabilitas dibandingkan modal sendiri untuk membiayai bisnis.

Rumus DER adalah:

DER = Total Liabilitas ÷ Total Ekuitas

Sebagai contoh, perusahaan memiliki total liabilitas Rp900 miliar dan ekuitas Rp300 miliar. DER perusahaan tersebut adalah 3 kali, yang berarti setiap Rp1 ekuitas dibandingkan dengan Rp3 liabilitas.

Bagi investor saham, DER membantu menilai tingkat utang dan risiko keuangan perusahaan. DER yang tinggi menunjukkan liabilitas lebih besar dibandingkan ekuitas sehingga beban keuangan perusahaan juga perlu diperhatikan.

Sebaliknya, DER yang rendah menunjukkan perusahaan memiliki liabilitas yang lebih kecil dibandingkan ekuitas. Namun, standar DER berbeda pada setiap sektor sehingga tidak bisa dinilai dari angkanya saja. Karena itu, investor perlu membandingkan DER dengan perusahaan sejenis dan melihat trennya dari tahun ke tahun.

Cara membaca angka DER

Nilai DER dapat menunjukkan kondisi struktur pendanaan perusahaan. Secara umum, DER dapat dibaca berdasarkan tiga kondisi berikut:

  • DER rendah

DER di bawah 1 menunjukkan liabilitas perusahaan lebih kecil dibandingkan ekuitas. Struktur pendanaan seperti ini umumnya menunjukkan penggunaan leverage yang lebih konservatif dan paparan risiko utang yang relatif lebih rendah.

Meski begitu, DER rendah tidak otomatis berarti perusahaan lebih baik. Penggunaan utang yang terbatas juga dapat menunjukkan perusahaan lebih sedikit memanfaatkan pendanaan eksternal untuk membiayai ekspansi.

  • DER tinggi

DER yang lebih tinggi menunjukkan perusahaan menggunakan liabilitas dalam jumlah lebih besar dibandingkan ekuitas. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko ketika pendapatan atau arus kas perusahaan menurun.

Perusahaan dengan DER tinggi juga dapat lebih sensitif terhadap kenaikan biaya utang. Di sisi lain, leverage yang lebih besar dapat digunakan untuk mendukung ekspansi jika perusahaan mampu menghasilkan pendapatan dan laba dari pendanaan tersebut.

  • DER negatif

DER negatif dapat muncul ketika ekuitas perusahaan berada di bawah nol, misalnya karena liabilitas lebih besar daripada aset. Dalam kondisi ini, angka DER tidak dapat dibaca dengan cara yang sama seperti rasio positif.

Cara membaca DER merupakan salah satu langkah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, investor perlu melihat indikator fundamental lainnya. Karena itu, perdalam cara menganalisis saham bersama para ahli di Fortune Indonesia Investment Forum 2026 pada 29 Agustus 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.

  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.

  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.

  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).

  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.

  • Makan siang dan 2 kali coffee break.

  • Akses ke BaZi Reading booths.

  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menganalisis DER

DER sebaiknya tidak dianalisis hanya berdasarkan tinggi atau rendahnya angka. Investor perlu melihat beberapa faktor agar dapat menilai tingkat utang perusahaan dengan lebih tepat. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Bandingkan dengan perusahaan sejenis

Setiap industri memiliki kebutuhan modal dan karakteristik utang yang berbeda. Karena itu, bandingkan DER dengan perusahaan dalam sektor yang sama agar hasilnya lebih relevan.

  • Perhatikan tren DER

Lihat perubahan DER dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan DER secara konsisten dapat menunjukkan perusahaan semakin bergantung pada utang. Sementara itu, penurunan dapat menunjukkan berkurangnya penggunaan utang terhadap ekuitas.

  • Cari tahu penggunaan utang

Utang tidak selalu berdampak buruk. Perusahaan dapat menggunakannya untuk ekspansi, membeli aset produktif, atau mendukung pertumbuhan bisnis.

  • Periksa kemampuan membayar utang

DER perlu dianalisis bersama arus kas dan laba perusahaan. Utang yang besar akan lebih berisiko jika perusahaan kesulitan menghasilkan kas untuk memenuhi kewajibannya.

  • Jangan gunakan DER sebagai satu-satunya acuan

Lengkapi analisis dengan rasio dan indikator lain, seperti profitabilitas, likuiditas, arus kas, serta prospek bisnis. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara lebih utuh.

FAQ seputar arti debt to equity ratio bagi investor saham

Apakah DER tinggi selalu buruk?

Tidak, karena DER tinggi juga dapat mencerminkan penggunaan pendanaan untuk mendukung ekspansi perusahaan.

Apa arti DER di bawah 1?

DER di bawah 1 berarti liabilitas perusahaan lebih kecil dibandingkan ekuitasnya.

Mengapa DER perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis?

Karena tingkat DER yang umum dan risikonya dapat berbeda antarindustri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article