Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

7 Cara Mencari Perusahaan Berkualitas dengan Saham yang Masih Murah

7 Cara Mencari Perusahaan Berkualitas dengan Saham yang Masih Murah
ilustrasi investasi saham (pexels.com/Kaboompics.com)
  • Investor perlu menentukan sektor yang dipahami dan berprospek, lalu menyaring perusahaan dengan pertumbuhan laba konsisten, arus kas sehat, utang terkendali, serta manajemen transparan.

  • Kualitas bisnis dinilai melalui prospek jangka panjang dan keunggulan kompetitif, seperti merek, efisiensi biaya, atau pangsa pasar.

  • Status undervalued ditentukan dengan membandingkan harga pasar terhadap nilai intrinsik dan valuasi kompetitor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saham berkualitas dengan valuasi rendah atau undervalue kerap menjadi incaran investor karena menawarkan harga lebih murah dibandingkan nilai wajarnya. Namun, harga murah saja tidak cukup untuk menentukan saham yang layak dipilih. Investor tetap perlu menilai kondisi dan prospek perusahaan.

Lalu, bagaimana cara menemukan perusahaan berkualitas dengan saham yang masih murah? Berikut beberapa hal yang dapat investor perhatikan.

  1. Cara mencari perusahaan berkualitas dengan harga saham yang masih murah

  2. 1. Tentukan sektor atau industri yang ditargetkan

    Langkah pertama adalah menentukan sektor atau industri yang ingin ditargetkan. Pilih sektor dengan prospek yang menjanjikan dan model bisnis yang kamu pahami agar proses analisis lebih mudah dilakukan.

    Investor dapat mencari informasi mengenai prospek suatu sektor melalui pemberitaan media dan perkembangan industri. Produk atau layanan yang sering digunakan sehari-hari juga dapat menjadi titik awal untuk mengenali bisnis yang familier.

    Dengan menentukan sektor sejak awal, investor dapat mempersempit pilihan dari banyaknya perusahaan yang tercatat di pasar modal. Proses mencari saham berkualitas dengan valuasi menarik pun menjadi lebih terarah.

  3. 2. Pilih perusahaan dengan fundamental kuat

    Saham undervalued dapat berasal dari perusahaan dengan kinerja yang baik, tetapi harga sahamnya belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Untuk menemukannya, buat daftar perusahaan dari sektor yang sudah dipilih, kemudian bandingkan kualitas fundamentalnya.

    Beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menyaring perusahaan berkualitas antara lain:

    • Pendapatan atau laba bersih tumbuh secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir
    • Arus kas sehat dan tingkat utang masih terkendali
    • Model bisnis jelas dan memiliki prospek jangka panjang
    • Manajemen perusahaan profesional dan transparan.

  4. 3. Evaluasi keunggulan kompetitif

    Selain melihat laporan keuangan, kamu perlu mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan. Perusahaan yang berada di industri dengan prospek baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang.

    Perhatikan juga keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan, seperti kekuatan merek, efisiensi biaya, atau pangsa pasar yang kuat. Keunggulan tersebut dapat membantu perusahaan menghadapi persaingan sekaligus mempertahankan profitabilitas.

    Menilai kualitas bisnis dan prospek perusahaan menjadi bagian penting dalam value investing. Jika ingin mempelajari pendekatan ini lebih dalam, ikuti Fortune Indonesia Investment Forum 2026 yang digelar pada 29 Agustus 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.

    Forum ini akan menghadirkan Andry Hakim, Founder dan Chief Investment Officer Stockwise. Ia membagikan perspektif tentang value investing dalam sesi The Value Investing Mindset: Calculate, Be Patient, Win Big.

    Benefit yang didapatkan:

    • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
    • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
    • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
    • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
    • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
    • Makan siang dan 2 kali coffee break.
    • Akses ke BaZi Reading booths.
    • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

    Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

    New Price.png
    Fortune Indonesia Investment Forum
  5. 4. Manfaat fitur penyaring digital

    Untuk menghemat waktu riset, manfaatkan fitur screening yang tersedia di berbagai platform investasi. Fitur ini membantu menyaring saham berdasarkan rasio keuangan dan kriteria yang telah ditentukan.

    Hasil screening dapat digunakan untuk mempersempit daftar saham yang perlu dianalisis lebih lanjut. Setelah mendapatkan beberapa kandidat, periksa fundamental, prospek bisnis, dan valuasi perusahaan secara lebih mendalam.

    Perlu diingat, fitur screening hanya berfungsi sebagai alat bantu penyaringan, bukan acuan utama dalam memilih saham. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan hasil analisis, tujuan, dan profil risiko masing-masing.

  6. 5. Bandingkan nilai intrinsik dengan harga pasar

    Saham undervalued sering disalahartikan sebagai saham dengan harga per lembar yang murah. Padahal, murah atau mahalnya suatu saham dinilai dengan membandingkan harga pasar dengan nilai intrinsik, bukan berdasarkan nominal harga saham.

    Untuk mengetahuinya, perkirakan nilai wajar perusahaan menggunakan metode valuasi, seperti Discounted Cash Flow (DCF) atau relative valuation. Hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan harga saham yang berlaku di pasar.

    Jika harga pasar berada di bawah estimasi nilai intrinsiknya, saham tersebut berpotensi undervalued. Namun, selisih harga tetap perlu dianalisis bersama kondisi fundamental dan prospek bisnis perusahaan.

  7. 6. Cermati valuasi dengan kompetitor

    Cara berikutnya adalah membandingkan valuasi perusahaan dengan kompetitor di industri yang sama. Perbandingan ini membantu investor melhat apakah saham diperdagangkan lebih murah atau lebih mahal dibandingkan perusahaan sejenis.

    Beberapa rasio yang umum digunakan adalah Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Rasio valuasi yang lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dapat menjadi indikasi saham undervalued, terutama jika perusahaan memiliki fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang baik.

    Namun, valuasi rendah tidak selalu berarti saham tersebut menarik. Investor tetap perlu mencari penyebab rendahnya valuasi sebelum menjadikannya sebagai pertimbangan investasi.

  8. 7. Waspadai value trap

    Saham undervalued dan value trap sering dianggap sama karena keduanya diperdagangkan pada valuasi yang rendah. Padahal, perbedaan utamanya terletak pada kualitas dan prospek perusahaan.

    Saham undervalued berasal dari perusahaan dengan fundamental yang baik, tetapi harga pasar berada di bawah nilai wajarnya. Sementara itu, value trap terlihat murah karena perusahaan menghadapi masalah fundamental atau memiliki prospek bisnis yang melemah.

    Karena itu, jangan langsung menganggap saham dengan valuasi rendah sebagai peluang investasi. Cari periksa kinerja dan prospek perusahaan untuk menghindari value trap.

    Jadi, itulah beberapa cara mencari perusahaan berkualitas dengan harga saham yang masih murah sebagai petunjuk bagi investor. Semoga membantu.

    FAQ seputar cara mencari perusahaan berkualitas dengan harga murah

    Apa saja saham bagus dengan harga murah?

    Saham ini termasuk saham undervalued dengan fundamental kuat, bukan saham murahan yang berkinerja buruk.

    Bagaimana cara mengetahui harga saham murah atau mahal?

    Investor dapat mengenalinya melalui perbandingan. rasio valuasi fundamental. Saham undervalued biasanya dijual di bawah nilai wajarnya.

    Saham yang bagus dilihat dari apa?

    Saham berkualitas dapat dinilai dari kinerja fundamental perusahaan, kewajaran harga, dan prospek industrinya.

    Apakah PER rendah berarti saham murah?

    Tidak selalu. Rasio keuangan rendah bisa mengindikasi saham murah secara valuasi terhadap labanya maupun value trap yang berisiko.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More