Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Apa Itu Hawkish? Pengertian, Contoh Kebijakan, dan Dampaknya
ilustrasi The Fed atau Federal Reserve (commons.wikimedia.org/AgnosticPreachersKid)
  • The Fed memberikan sinyal hawkish yang menunjukkan potensi pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi.

  • Hawkish menggambarkan sikap agresif bank sentral dalam menjaga stabilitas harga melalui kenaikan suku bunga dan pengurangan uang beredar.

  • Kebijakan hawkish berdampak pada penguatan dolar AS, kenaikan biaya pinjaman, pelemahan pasar saham, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada Kamis (18/6). Keputusan tersebut dinilai mencerminkan sikap hawkish karena bank sentral AS masih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.

Istilah hawkish sendiri sering digunakan untuk menggambarkan sikap bank sentral yang lebih fokus menekan inflasi, meskipun harus mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Pandangan ini biasanya memengaruhi pergerakan pasar keuangan, mulai dari saham, obligasi, hingga nilai tukar mata uang.

Lantas, apa itu hawkish? Berikut pengertian hawkish secara mendalam, contoh kebijakan, hingga dampaknya.

Apa itu hawkish?

Hawkish adalah istilah yang mencerminkan sikap bank sentral dalam mengendalikan inflasi dengan memperketat kebijakan moneter. Sikap ini menekankan pada pendekatan proaktif untuk mencapai stabilitas harga.

Istilah hawkish berasal dari kata “hawk” dalam bahasa Inggris yang berarti burung elang. Dalam konteks ekonomi, istilah ini menggambarkan pembuat kebijakan yang lebih agresif dalam menjaga stabilitas harga, meskipun langkah tersebut berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Singkatnya, ketika bank sentral mengadopsi sikap hawkish, fokus utamanya adalah mencegah inflasi tetap tinggi atau kembali meningkat. Karena itu, bank sentral dapat menaikkan suku bunga, mengurangi likuiditas di pasar, atau menahan pelonggaran kebijakan moneter hingga tekanan inflasi mereda.

Kebijakan hawkish bank sentral

Sikap hawkish umumnya diterapkan ketika bank sentral menilai inflasi perlu dikendalikan agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank sentral dapat mengambil sejumlah langkah pengetatan kebijakan moneter.

Berikut contoh kebijakan hawkish yang umum dilakukan.

  • Menaikkan suku bunga acuan untuk menekan permintaan kredit, konsumsi, dan investasi.

  • Mengurangi jumlah uang beredar di pasar guna memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.

  • Memprioritaskan stabilitas harga dengan menjaga inflasi tetap berada dalam target yang ditetapkan.

  • Mengurangi atau menghentikan stimulus moneter, seperti program pembelian aset (quantitative easing), untuk mengurangi likuiditas di sistem keuangan.

Perbedaan hawkish dan dovish

Selain hawkish, ada istilah dovish banyak dipakai untuk mencerminkan sikap pejabat moneter dalam menyusun kebijakan. Hawkish dan dovish merupakan dua pendekatan yang memiliki pandangan bertolak belakang.

Adapun perbedaan hawkish dan dovish, yaitu sebagai berikut:

  • Tujuan utama

Kebijakan hawkish bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga. Sementara itu, kebijakan dovish berfungsi mendorong pertumbuhan ekonomi.

  • Faktor pendorong

Bank sentral bersikap hawkish ketika tingkat inflasi terlalu tinggi atau pertumbuhan ekonomi terlalu agresif. Di sisi lain, sikap dovish dapat muncul ketika pembuat kebijakan menilai perekonomian sedang lesu dan butuh stimulus.

  • Tindakan kebijakan

Sikap hawkish diwujudkan dengan memperketat kebijakan moneter, seperti menaikkan suku bunga acuan dan mengurangi peredaran uang. Sementara itu, pendekatan dovish ditunjukkan dengan menurunkan suku bunga dan memberikan stimulus moneter.

  • Risiko

Hawkish berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan angka pengangguran. Di satu sisi, dovish dapat mendorong inflasi dan melemahkan nilai tukar mata uang.

  • Dampak pasar

Kebijakan hawkish menyebabkan penguatan mata uang dan penurunan aset di pasar saham karena bunga pinjaman lebih tinggi. Namun, kebijakan dovish dapat mendorong kinerja pasar modal karena biaya pinjaman menurun.

Dampak kebijakan hawkish

Sinyal hawkish yang disampaikan The Fed langsung menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, sikap yang ditunjukkan oleh bank sentral tersebut berdampak langsung pada pasar keuangan, di antaranya:

  • Penguatan nilai tukar dolar AS

Tingkat suku bunga yang lebih mendorong investor global memindahkan dananya ke pasar keuangan Amerika Serikat, sehingga dapat menguatkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lainnya.

  • Kenaikan biaya pinjaman

Kenaikan suku bunga acuan mengakibatkan bunga kredit dan KPR akan naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun dan mengurangi ekspansi bisnis.

  • Pelemahan pasar modal

Suku bunga tinggi membuat dividen saham kurang kompetitif dibandingkan instrumen pendapatan tetap, yang kerap memicu koreksi atau penurunan harga di bursa saham.

  • Penurunan pertumbuhan ekonomi

Kebijakan hawkish dapat melemahkan perekonomian untuk meredam inflasi. Kondisi ini berdampak langsung pada pasar tenaga kerja, seperti menahan perekrutan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Demikian pengertian hawkish hingga dampaknya bagi perekonomian. Dengan memahami apa itu hawkish, pelaku pasar bisa lebih siap menghadapi dinamika pasar keuangan global.

FAQ seputar apa itu hawkish

Apa arti kata "hawkish"?

Hawkish adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sikap bank sentral yang cenderung memperketat kebijakan moneter guna mengendalikan inflasi.

Apa itu strategi hawkish?

Strategi hawkish merupakan pendekatan kebijakan moneter yang berfokus pada menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.

Apa itu sikap dovish?

Dovish adalah kebalikan dari hawkish. Sikap ini menunjukkan kecenderungan bank sentral untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apa saja indikator kebijakan hawkish?

Bank sentral dikatakan memberikan sinyal hawkish ketika menaikkan suku bunga, mengurangi jumlah uang beredar, dan memberikan pernyataan agresif.

Editorial Team

Related Article