Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengaruh BI Rate terhadap Saham, Ini Dampaknya bagi Investor

Pengaruh BI Rate terhadap Saham, Ini Dampaknya bagi Investor
ilustrasi menganalisis pasar saham (pexels.com/Zona Perdagangan Alpha)
Intinya Sih

  • Perubahan BI Rate memengaruhi biaya pendanaan, minat investor, dan pergerakan IHSG.

  • Kenaikan BI Rate membuat sektor properti dan manufaktur tertekan akibat biaya pinjaman tinggi, sementara sektor perbankan bisa diuntungkan lewat peningkatan margin bunga bersih.

  • Penurunan BI Rate meningkatkan daya beli dan minat investasi di saham, terutama pada sektor properti dan manufaktur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Perubahan BI Rate tidak hanya memengaruhi sektor perbankan dan aktivitas kredit, tetapi juga pergerakan pasar saham. Kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia tersebut dapat memengaruhi biaya pendanaan perusahaan, minat investor, hingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hubungan antara BI Rate dan pasar saham bersifat dinamis. Saat BI Rate naik, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berpendapatan tetap yang menawarkan imbal hasil lebih stabil.

Sebaliknya, penurunan BI Rate dapat meningkatkan minat investasi di pasar saham karena biaya pinjaman menjadi lebih rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi membaik.

Agar lebih memahami dampak BI Rate terhadap investasi, simak penjelasab berikut.

Table of Content

Bagaimana BI Rate memengaruhi pergerakan saham?

Bagaimana BI Rate memengaruhi pergerakan saham?

Pergerakan BI Rate dapat memengaruhi kinerja saham sektoral dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat suku bunga acuan naik, kinerja indeks saham cenderung terkoreksi. Sementara itu, penurunan BI Rate berpotensi mendorong performa pasar saham. 

Penelitian mengenai hubungan dan pengaruh BI Rate terhadap IHSG dilakukan oleh OJK Institute pada 2023. Penelitian ini mengamati perubahan BI Rate periode 2013–2023 menggunakan event study dan statistika deskripsi.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Rata-rata abnormal return saham cenderung negatif saat BI Rate naik 25 dan 50 basis poin (bps), yang menggambarkan penurunan kinerja saham.
  • Penurunan suku bunga acuan BI di kisaran 25 hingga 125 bps menyebabkan rata-rata abnormal return saham positif, sehingga menandai penguatan kinerja saham.

Pemahaman mengenai BI Rate terhadap saham bisa menjadi salah satu bekal penting sebelum mengambil keputusan investasi. Untuk meperdalam wawasan, Anda bisa mengikuti FORTUNE Investment Forum 2026. Forum ini menghadirkan berbagai diskusi mengenai strategi investasi, kondisi ekonomi, dan prospek pasar modal langsung dari regulator, ekonom, serta pelaku industri.

Dengan mengikuti FORTUNE Investment Forum 2026, Anda bisa mendapatkan referensi sebelum menyusun portofolio investasi sekaligus membangun relasi dengan para ahli di bidang ekonomi dan investasi.

Beli tiket FORTUNE Investment Forum 2026 dan dapatkan berbagai benefits menarik.

Dampak kenaikan BI Rate terhadap saham

Kenaikan BI Rate umumnya dilakukan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ketika suku bunga acuan naik, bunga deposito dan obligasi juga cenderung meningkat sehingga kedua instrumen tersebut menjadi lebih menarik bagi investor.

Kondisi ini mendorong sebagian investor mengalihkan dana dari pasar saham ke instrumen berpendapatan tetap dengan imbal hasil lebih stabil. Akibatnya, permintaan terhadap saham dapat menurun, tekanan jual meningkat, dan harga saham di bursa berpotensi melemah.

Berikut dampak kenaikan BI Rate terhadap berbagai sektor saham:

  • Sektor properti

Saham sektor properti termasuk yang paling sensitif terhadap kenaikan BI Rate. Ketika suku bunga naik, biaya KPR menjadi lebih mahal sehingga permintaan properti berpotensi menurun. Kondisi tersebut dapat menekan pendapatan emiten properti, sehingga prospek laba melemah dan harga sahamnya cenderung terkoreksi.

  • Sektor manufaktur

Saham sektor manufaktur juga berpotensi tertekan ketika BI Rate naik. Suku bunga yang lebih tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya pendanaan perusahaan. Akibatnya, prospek laba emiten manufaktur melemah sehingga investor cenderung lebih berhati-hati terhadap saham di sektor ini.

  • Sektor perbankan

Saham sektor perbankan tidak selalu melemah saat BI Rate naik. Kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan margin bunga bersih (NIM) sehingga mendukung pertumbuhan laba bank.

Namun, jika investor menilai pengetatan moneter berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit, harga saham perbankan tetap dapat mengalami tekanan.

Dampak penurunan BI Rate terhadap saham

Penurunan BI Rate biasanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sedang lesu. Apabila suku bunga turun, akses ke kredit lebih mudah dan daya beli masyarakat berpotensi meningkat.

Bagi pasar saham, kondisi ini biasanya menjadi sentimen positif. Turunnya bunga deposito dan obligasi membuat kedua instrumen tersebut menjadi kurang menarik dibandingkan saham.

Akibatnya, investor mengalihkan dana ke pasar saham untuk memperoleh potensi imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap saham meningkat dan harganya menguat.

Berikut dampak penuruan BI Rate terhadap berbagai sektor saham:

  • Sektor properti

Saham sektor properti umumnya diuntungkan ketika BI Rate turun. Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya KPR menjadi lebih terjangkau sehingga permintaan properti berpotensi meningkat.

Prospek penjualan dan laba emiten yang membaik biasanya direspons positif oleh pasar, sehingga harga saham sektor properti berpeluang menguat.

  • Sektor manufaktur

Saham sektor manufaktur dapat berpotensi menguat seiring penurunan BI Rate. Biaya pinjaman yang lebih rendah dapat mengurangi beban pendanaan perusahaan, sementara peningkatan daya beli masyarakat berpotensi mendongkrak penjualan.

Kombinasi kedua faktor tersebut dapat memperbaiki prospek laba emiten dan meningkatkan minat investor terhadap saham sektor manufaktur.

  • Sektor perbankan

Saham sektor perbankan memiliki respons yang lebih beragam saat BI Rate turun. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan permintaan kredit sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan bisnis perbankan.

Namun, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) juga dapat menyusut karena bunga pinjaman ikut menurun. Oleh karena itu, pergerakan saham perbankan akan bergantung pada kemampuan masing-masing bank menjaga profitabilitasnya.

Strategi investasi saat BI Rate berubah

Perubahan BI Rate menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor saat menyusun strategi investasi. Kenaikan atau penurunan suku bunga acuan dapat memengaruhi prospek berbagai sektor saham, sehingga komposisi portofolio sering kali perlu disesuaikan dengan kondisi pasar dan tujuan investasi.

Berikut beberapa strategi yang umum diterapkan investor saat BI Rate mengalami perubahan.

Strategi saat BI Rate naik

  • Investor mengalihkan dana pada instrumen pendapatan tetap sebagai pilihan aman, seperti obligasi atau reksa dana pasar uang.
  • Pelaku pasar bersikap waspada dan cenderung mengurangi porsi pada saham-saham yang rentan terhadap[ bunga tinggi, seperti properti dan otomotif.
  • Sektor keuangan dan konsumen primer dijadikan sebagai pilihan paling defensif.

Strategi saat BI Rate turun

  • Investor mengalihkan fokus ke instrumen berbasis pertumbuhan tinggi, seperti saham.
  • Pelaku pasar cenderung lebih agresif dengan mencari imbal hasil di luar sektor perbankan seperti sektor properti, konstruksi, dan konsumsi.
  • Aset lindung nilai, seperti emas dan perak sebagai diversifikasi di tengah tren penurunan suku bunga.

Dalam menghadapi perubahan BI Rate, seluruh keputusan investasi juga sebaiknya diputuskan berdasarkan tujuan, kondisi finansial, dan profil investasi. Pastikan informasi suku bunga acuan terbaru didapatkan dari sumber resmi melalui platform Bank Indonesia. 

Intinya, pengaruh BI Rate terhadap saham mempertegas peranan penting kebijakan moneter dalam membentuk dinamika pasar modal. Karena itu, investor perlu mencermati perubahan suku bunga acuan dan memahami sektor-sektor yang paling terdampak.

FAQ seputar pengaruh BI Rate terhadap saham

Apa yang terjadi pada saham apabila suku bunga turun?

Penurunan suku bunga akan mendorong kenaikan harga saham. Investor cenderung beralih dari instrumen pendapatan tetap ke saham untuk mencari keuntungan yang lebih besar.

Apa itu BI Rate?

BI-Rate adalah suku bunga kebijakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berfungsi sebagai suku bunga acuan utama dalam operasi moneter.

Apa pengaruh utama apabila BI Rate naik?

Saat BI Rate naik, biaya pinjaman bank dan korporasi akan ikut naik. Hal ini dapat membebani laba perusahaan dan membuat investor cenderung beralih ke instrumen pendapatan tetap.

Saham sektor apa yang diuntungkan saat suku bunga naik?

Sektor Perbankan biasanya diuntungkan karena dapat menyesuaikan suku bunga kredit lebih cepat daripada bunga simpanan.

Sektor apa yang paling tertekan saat BI Rate naik?

Ada beberapa sektor yang terbebani saat suku bunga acuan naik, seperti properti dan real estate, infrastruktur, serta growth stock.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More