Jakarta, FORTUNE - Emiten konglomerasi, PT Astra International Tbk (ASII) akan memulai pembelian kembali (buyback) saham pada 20 Juli 2026. Untuk memuluskan aksi korporasi itu, perusahaan mengalokasikan dana maksimal Rp8 triliun.
Manajemen ASII mengatakan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Setelah transaksi, jumlah saham free float tidak akan menjadi kurang dari 15 persen.
"Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menggunakan dana internal perseroan dan bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum," demikian dikutip dari keterbukaan informasi Astra International kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6).
Setelah pembelian kembali, laba bersih per saham ASII diproyeksikan meningkat dari Rp146 per saham menjadi Rp149 per saham. Di sisi lain, total aset dan total ekuitas akan berkurang masing-masing Rp8 triliun karena penggunaan dana untuk buyback saham.
"Proforma tersebut menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap indikator keuangan perseroan, yang disebabkan oleh pembelian kembali saham," ujar Manajemen ASII.
Periode pembelian kembali ASII akan berlangsung hingga 16 Juli 2027. Akan tetapi, perseroan dapat menghentikan pelaksanaannya jika terdapat kondisi-kondisi sebagai berikut:
Telah berakhirnya jangka waktu pembelian kembali saham pada 16 Juli 2027;
Dana yang telah dikeluarkan oleh perseroan sudah mencapai Rp8 triliun; atau
Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham.
Pelaksanaan RUPSLB tentang rencana pembelian kembali saham ASII akan dilakukan pada 17 Juli 2026.
Selain ASII, sejumlah emiten saham bluechip telah mengumumkan rencana buyback saham. Berikut ini beberapa di antaranya:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): buyback saham tanpa RUPS sejumlah maksimal Rp500 miliar. Waktu buyback dimulai sejak 12 Juni 2026 sampai dengan 11 September 2026.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): buyback saham dengan dana maksimal Rp5 triliun, dimulai sejak 23 Mei 2026.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): maksimal dana untuk buyback Rp4 triliun, dengan periode pelaksanaan 9 Juni 2026-8 Juni 2027.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): akan buyback saham dengan nilai transaksi paling banyak Rp905,48 miliar.
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA): alokasi dana untuk buyback maksimal hingga Rp1 triliun.
