Langkah terakhir adalah berinvestasi secara konsisten dan mengevaluasi portofolio secara berkala. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dollar-cost averaging (DCA), yaitu menginvestasikan dana dalam jumlah tetap secara rutin tanpa mempertimbangkan naik turunnya harga pasar.
Selain menambah investasi, periksa komposisi portofolio secara berkala. Perubahan harga dapat membuat porsi aset bergeser dari target awal. Jika terjadi perubahan yang signifikan, investor dapat melakukan rebalancing untuk mengembalikan alokasi aset sesuai rencana.
Evaluasi juga diperlukan ketika tujuan keuangan, kondisi finansial, atau profil risiko berubah. Pertimbangkan pula biaya transaksi dan pajak karena dapat memengaruhi hasil investasi.
Investasi yang dilakukan secara konsisten juga dapat mengoptimalkan efek compounding. Efek ini terjadi ketika imbal hasil diinvestasikan kembali sehingga berpotensi menghasilkan imbal hasil tambahan pada periode berikutnya.
Demikian cara membangun wealth portfolio untuk jangka panjang yang dapat diterapkan. Kuncinya adalah memilih dan mengelola aset sesuai tujuan keuangan, profil risiko, serta jangka waktu investasi.
Apa itu wealth portfolio? | Wealth portfolio adalah portofolio investasi yang disusun untuk mendukung pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang. |
Aset apa yang dapat dimasukkan ke portofolio jangka panjang? | Portofolio dapat mencakup saham, obligasi, SBN, reksa dana, ETF, komoditas, dan DIRE sesuai kebutuhan investor. |
Mengapa diversifikasi penting dalam portofolio? | Diversifikasi menyebarkan investasi ke berbagai aset, sektor, atau wilayah sehingga risiko tidak terpusat pada satu investasi. |
Apa fungsi rebalancing? | Rebalancing digunakan untuk mengembalikan komposisi portofolio ke alokasi target setelah terjadi perubahan nilai aset. |