Jeffrey menjelaskan perubahan metodologi pengawasan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pemantauan transaksi yang dimiliki bursa. Ketika ditemukan indikasi awal manipulasi atau upaya memengaruhi harga, BEI akan menerbitkan laporan dimulainya investigasi.
“Namun, dengan teknologi pengawasan yang kami miliki, yang juga merupakan teknologi yang sama yang digunakan di banyak bursa lain di dunia, bila kami mendeteksi indikasi awal adanya praktik-praktik manipulasi atau upaya memanipulasi harga di pasar, kami akan mengeluarkan laporan indikasi dimulainya investigasi,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10).
Laporan tersebut dapat memuat saham yang diperiksa, periode transaksi yang menjadi objek investigasi, serta jumlah pihak dan anggota bursa yang terlibat. Jadi, informasi yang disampaikan kepada publik berupa peringatan atas UMA dan pemberitahuan mengenai proses investigasi yang sedang berjalan.
BEI berencana menyosialisasikan mekanisme baru kepada anggota bursa pada pekan ini. Jeffrey berharap penerapannya dapat segera dimulai.
"Kami berharap dalam waktu yang sangat segera mekanisme ini sudah bisa kami terapkan," ujar Jeffrey.