Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BRI Buyback Saham, Siapkan Dana Maksimal Rp500 Miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kepada para pemegang saham pada Kamis, 15 Januari 2026. (Dok. BRI)
  • BRI mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar yang seluruh dananya berasal dari kas internal perusahaan.
  • Aksi buyback akan berlangsung antara 12 Juni hingga 11 September 2026 tanpa memerlukan persetujuan RUPS, sesuai relaksasi OJK untuk menjaga stabilitas pasar modal.
  • Pada kuartal I 2026, BRI mencatat laba bersih Rp15,5 triliun dengan pertumbuhan 13,74 persen meski sahamnya turun 21,70 persen sejak awal tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham sebagai respon atas kondisi pasar yang berfluktuasi.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Manajemen BBRI menyatakan buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar dan seluruh dana tersebut akan bersumber dari kas internal perusahaan.

"Pelaksanaan buyback 2026 dan jumlah keseluruhan saham hasil buyback (Treasury Stock) yang dimiliki perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata manajemen BRI dalam keterbukaan informasi BEI.

Manajemen BRI juga mengungkapkan, bahwa buyback akan dilaksanakan bertahap maupun sekaligus dalam jangka waktu paling lama tiga bulan sejak keterbukaan informasi ini diterbitkan. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut diperkirakan berlangsung pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Rencana buyback ini pun tidak memerlukan persetujuan RUPS, sejalan dengan relaksasi yang diberikan OJK untuk stabilitas pasar modal.

Perseroan memperkirakan aset dan ekuitas akan berkurang sebesar nilai buyback ditambah biaya pelaksanaannya. Kendati demikian, BRI memastikan aksi korporasi ini tidak akan membuat nilai kekayaan bersih turun di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib yang telah dibentuk.

Pada kuartal I 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset konsolidasian mencapai Rp2.249 triliun atau meningkat sekitar 7,2 persen secara tahunan.

Aksi ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap pendapatan, biaya operasional, maupun kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan. Berdasarkan analisis internal, tidak terdapat perubahan signifikan pada indikator keuangan BRI setelah pelaksanaan.

Hingga akhir perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, saham BRI berada di level Rp2.850 per saham. Secara year to date, saham BRI turun 21,70 persen.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article