Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Investor Menggabungkan Analisis Fundamental, Makro, dan Market
ilustrasi investor saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
  • Investor dapat memakai pendekatan top-down: analisis makro membaca kondisi ekonomi dan membantu mengidentifikasi sektor aset yang relevan.

  • Setelah menentukan sektor, analisis fundamental menyaring perusahaan berdasarkan kesehatan bisnis, laporan keuangan, laba, serta rasio.

  • Market analysis membaca tren harga, volume, volatilitas, dan sentimen untuk menilai momentum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investor dapat menggabungkan analisis makro, fundamental, dan market untuk menilai investasi dari berbagai sisi. Salah satu caranya adalah menggunakan pendekatan top-down, yaitu memulai analisis dari kondisi ekonomi secara luas sebelum beralih ke aset tertentu.

Analisis makro digunakan untuk melihat kondisi ekonomi dan analisis fundamental untuk menilai kualitas dan prospek aset. Sedangkan, market analysis untuk membaca pergerakan pasar. Supaya lebih mudah memahami, berikut tahapan menggabungkan ketiga analisis tersebut dalam investasi.

Cara investor menggabungkan fundamental, makro, dan analisis market?

1. Mulai dengan analisis makroekonomi

Analisis makro memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi pasar dan sektor tertentu. Beberapa indikator yang dapat diperhatikan meliputi inflasi, suku bunga, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), data tenaga kerja, dan konsumsi masyarakat.

Perubahan indikator tersebut dapat memengaruhi prospek aset dengan cara berbeda. Sebagai contoh, kenaikan suku bunga dapat memengaruhi biaya pinjaman dan pasar saham, obligasi, hingga nilai tukar. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat menjadi konteks bagi peningkatan aktivitas bisnis dan prospek pendapatan perusahaan.

2. Saring aset melalui analisis fundamental

Setelah memahami kondisi makro, investor dapat menggunakan analisis fundamental. Analisis ini digunakan untuk menilai kinerja bisnis, kesehatan keuangan, dan prospek pertumbuhan. Dalam investasi saham, investor dapat mencermati laporan keuangan, pertumbuhan laba, serta sejumlah rasio seperti price to earnings ratio (PER), price to book value (PBV), dan return on equity (ROE).

Hasil analisis tersebut dapat membantu investor membandingkan kualitas perusahaan dalam satu sektor. Dengan begitu, pemilihan saham tidak hanya mempertimbangkan prospek sektornya, tetapi juga kinerja masing-masing emiten.

3. Gunakan market analysis untuk membaca kondisi pasar

Analisis pasar digunakan untuk memahami pergerakan aset setelah investor menilai kondisi makro dan fundamental. Beberapa aspek yang dapat diamati meliputi tren harga, volume transaksi, volatilitas, dan sentimen pasar.

Investor juga dapat menggunakan indikator teknikal seperti moving average, Relative Strength Index (RSI), dan Moving Average Convergence Divergence (MACD). Indikator tersebut membantu membaca tren dan momentum harga dalam jangka pendek hingga menengah.

Selain itu, volume transaksi dapat menunjukkan tingkat aktivitas pasar. Perubahan volume dapat menjadi informasi tambahan untuk menilai kekuatan suatu tren harga.

4. Gabungkan hasil analisis sebelum mengambil keputusan

Ketiga analisis dapat digunakan secara berurutan untuk menyaring pilihan investasi. Investor dapat memulai dari kondisi ekonomi, memilih aset atau perusahaan berdasarkan fundamental, lalu melihat kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

Alurnya dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Analisis Makroekonomi untuk menentukan sektor atau kelas aset yang berpotensi mendapat dukungan kondisi ekonomi.

  • Analisis Fundamental untuk menilai kinerja dan prospek perusahaan atau aset dalam sektor tersebut.

  • Analisis pasar untuk membaca tren, momentum, dan aktivitas perdagangan untuk melihat kondisi pasar.

Urutan tersebut dikenal sebagai pendekatan top-down, yaitu analisis dari kondisi ekonomi secara luas hingga perusahaan atau aset tertentu. Sebaliknya, pendekatan bottom-up dimulai dari perusahaan atau aset, kemudian dilengkapi dengan analisis kondisi ekonomi dan pasar.

5. Periksa kesesuaian ketiga sinyal

Hasil ketiga analisis tidak selalu menunjukkan arah yang sama. Sebuah perusahaan dapat memiliki fundamental yang baik ketika pasar sedang melemah. Sebaliknya, harga saham bisa menguat meski belum ada perubahan berarti pada fundamental perusahaan.

Perbedaan tersebut perlu dilihat sesuai konteks dan tujuan investasi. Investor dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi, kualitas aset, serta pergerakan pasar sebelum menentukan keputusan.

Demikian penjelasan mengenai cara menggabungkan analisis fundamental, makro, dan market analysis. Ketiganya dapat memberikan sudut pandang yang lebih lengkap dalam menilai peluang dan risiko investasi.

FAQ seputar menggabungkan fundamental, makro, dan market analysis

Apa fungsi analisis makro dalam investasi?

Analisis makro digunakan untuk memahami kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi pasar dan sektor tertentu.

Apa yang dinilai melalui analisis fundamental?

Analisis fundamental menilai kondisi bisnis, kesehatan keuangan, dan prospek pertumbuhan perusahaan.

Apa fungsi market analysis?

Market analysis digunakan untuk membaca tren harga, volume, volatilitas, dan sentimen pasar.

Apa pendekatan yang menggabungkan ketiga analisis?

Ketiganya dapat digabungkan melalui pendekatan top-down dari ekonomi, sektor, hingga perusahaan dan kondisi pasar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article