Menentukan position sizing saham tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang dimiliki. Investor juga perlu mempertimbangkan toleransi risiko, harga masuk, dan batas kerugian (stop loss) agar setiap transaksi tetap sesuai dengan strategi investasi.
Berikut langkah-langkah untuk menentukan position sizing saham dengan tepat:
Langkah pertama adalah mengetahui jumlah modal yang akan digunakan untuk berinvestasi. Nilai ini menjadi dasar dalam menghitung besaran dana yang dapat dialokasikan pada setiap transaksi.
Selanjutnya, tentukan persentase kerugian maksimum yang siap ditanggung dalam satu transaksi. Banyak investor menggunakan batas risiko sekitar 1–2 persen dari total modal untuk menjaga portofolio tetap terlindungi apabila terjadi pergerakan harga tidak sesuai harapan.
Tetapkan harga stop loss sebelum membeli saham. Level ini berfungsi sebagai batas kerugian sehingga membantu mengendalikan risiko apabila harga saham bergerak turun.
Setelah mengetahui batas risiko dan stop loss, hitung jumlah saham yang dapat dibeli. Secara umum, rumus yang digunakan adalah:
Position size = Batas risiko per transaksi ÷ Risiko per saham
Position sizing bukan perhitungan yang bersifat tetap. Investor perlu mengevaluasi kembali ukuran posisi secara berkala sesuai perubahan nilai portofolio, kondisi pasar, maupun profil risiko agar strategi investasi tetap relevan.