Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Saham Bobot Terbesar di FTSE Indonesia dan ASEAN
ilustrasi saham (pexels.com/Rômulo Queiroz)

  • Saham perbankan mendominasi FTSE Indonesia per 30 September 2026, dengan BBCA berbobot 23,63 persen, BBRI 16,49 persen, dan BMRI 13,59 persen.

  • Sepuluh saham terbesar menguasai 81,21 persen bobot FTSE Indonesia. Tiga bank utama menyumbang 53,71 persen.

  • Di FTSE/ASEAN 40, DBS memimpin dengan 20,38 persen. Singapura menyumbang 55,92 persen bobot.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Saham perbankan mendominasi daftar saham dengan bobot terbesar di FTSE Indonesia dan FTSE/ASEAN 40 berdasarkan data per 30 September 2026. Di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas. Sementara itu, DBS Group Holdings dari Singapura memimpin indeks regional ASEAN.

Komposisi tersebut memperlihatkan perbedaan konsentrasi antarkedua indeks. Sepuluh saham terbesar menguasai 81,21 persen bobot FTSE Indonesia, sedangkan sepuluh konstituen teratas FTSE/ASEAN 40 mencakup 62,12 persen.

Daftar saham terbesar di FTSE Indonesia

Berikut 10 konstituen dengan bobot terbesar dalam FTSE Indonesia Index berdasarkan factsheet FTSE Russell per 30 September 2026.

Tabel daftar saham terbesar di FTSE Indonesia

No.

Konstituen

Kode Saham

Sektor

Kapitalisasi Pasar (Rp triliun)

Bobot

1

Bank Central Asia

BBCA

Perbankan

297,22

23,63%

2

Bank Rakyat Indonesia

BBRI

Perbankan

207,38

16,49%

3

Bank Mandiri

BMRI

Perbankan

170,95

13,59%

4

Telekomunikasi Indonesia

TLKM

Telekomunikasi

99,53

7,91%

5

Astra International

ASII

Otomotif dan suku cadang

76,79

6,10%

6

Bank Negara Indonesia

BBNI

Perbankan

40,81

3,24%

7

Merdeka Copper Gold

MDKA

Logam industri dan pertambangan

34,84

2,77%

8

United Tractors

UNTR

Logam industri dan pertambangan

32,46

2,58%

9

Amman Mineral Internasional

AMMN

Logam mulia dan pertambangan

32,43

2,58%

10

Barito Pacific

BRPT

Bahan kimia

29,12

2,32%

BBCA menjadi saham dengan bobot terbesar dalam FTSE Indonesia Index, yakni 23,63 persen, diikuti BBRI sebesar 16,49 persen dan BMRI sebesar 13,59 persen. Ketiga saham perbankan tersebut memiliki total bobot 53,71 persen. Artinya, kenaikan atau penurunan harga ketiga saham dapat memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan indeks.

Sementara itu, TLKM menempati posisi keempat dengan bobot 7,91 persen, disusul ASII sebesar 6,10 persen. Saham lainnya yang masuk dalam indeks ini antara lain MDKA, UNTR, dan AMMN dari sektor pertambangan, serta BRPT dari sektor bahan kimia.

FTSE Indonesia Index sendiri merupakan indeks yang mengukur kinerja saham perusahaan berkapitalisasi besar dan menengah di Indonesia yang tergabung dalam FTSE All-World Index.

Daftar saham terbesar di FTSE/ASEAN 40

Pada indeks regional, tiga posisi teratas ditempati bank-bank Singapura. Berikut 10 konstituen terbesar FTSE/ASEAN 40 per 30 September 2026.

Tabel daftar saham terbesar di FTSE/ASEAN 40

No.

Konstituen

Kode Saham

Negara

Sektor

Kapitalisasi Pasar (US$ juta)

Bobot

1

DBS Group Holdings

D05

Singapura

Perbankan

122.864

20,38%

2

Oversea-Chinese Banking

O39

Singapura

Perbankan

80.787

13,40%

3

United Overseas Bank

U11

Singapura

Perbankan

40.426

6,71%

4

Singapore Telecommunications

Z74

Singapura

Telekomunikasi

24.545

4,07%

5

Delta Electronics (Thailand)

DELTA

Thailand

Perangkat keras dan peralatan teknologi

21.879

3,63%

6

Malayan Banking

1155

Malaysia

Perbankan

18.669

3,10%

7

Public Bank BHD

1295

Malaysia

Perbankan

16.992

2,82%

8

Bank Central Asia

BBCA

Indonesia

Perbankan

16.632

2,76%

9

CIMB Group Holdings

1023

Malaysia

Perbankan

16.127

2,68%

10

International Container Terminal Services

ICT

Filipina

Transportasi industri

15.479

2,57%

DBS Group Holdings memiliki bobot terbesar dalam FTSE/ASEAN 40, yakni 20,38 persen, diikuti Oversea-Chinese Banking sebesar 13,40 persen dan United Overseas Bank sebesar 6,71 persen. Ketiga bank asal Singapura tersebut memiliki total bobot 40,49 persen dalam indeks.

Di luar sektor perbankan, Singapore Telecommunications menempati posisi keempat, disusul Delta Electronics (Thailand) di posisi kelima.

Dari Indonesia, BBCA menjadi satu-satunya saham yang masuk dalam daftar sepuluh saham dengan bobot terbesar di FTSE/ASEAN 40, yakni 2,76 persen. Secara keseluruhan, saham perusahaan asal Indonesia menyumbang 8,59 persen dari total bobot indeks.

Berdasarkan negara asal perusahaan, Singapura memiliki bobot terbesar, yakni 55,92 persen, diikuti Thailand sebesar 18,01 persen dan Malaysia sebesar 13,78 persen. Indonesia menempati posisi keempat dengan bobot 8,59 persen, sedangkan Filipina berada di posisi kelima sebesar 3,71 persen.

FTSE/ASEAN 40 merupakan indeks yang mengukur kinerja 40 perusahaan berkapitalisasi pasar terbesar dari lima negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam FTSE All-World Index.

FAQ seputar daftar saham terbesar di FTSE Indonesia dan ASEAN

Apa saham dengan bobot terbesar di FTSE Indonesia?

BBCA memimpin FTSE Indonesia dengan bobot 23,63 persen per 30 September 2026.

Apa saham terbesar di FTSE/ASEAN 40?

DBS Group Holdings menjadi konstituen terbesar dengan bobot 20,38 persen.

Berapa bobot gabungan tiga bank terbesar di FTSE Indonesia?

BBCA, BBRI, dan BMRI memiliki bobot gabungan 53,71 persen.

Berapa bobot saham Indonesia dalam FTSE/ASEAN 40?

Perusahaan Indonesia secara agregat menyumbang 8,59 persen bobot indeks regional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article