Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka kans masuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah demutualisasi bursa dilakukan.
Menurut CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, saat ini Danantara akan mempelajari lebih dulu mengenai porsi persentase kepemilikan saham sebelum memutuskan untuk mengeksekusi wacana itu. Selain itu, Danantara juga akan meninjau sejumlah kriteria investasinya.
"Kami lihat juga kan hampir di semua bursa [negara] lainnya di dunia ini, Sovereign Wealth Fund-nya itu kan memang ikut [menjadi pemegang saham] ya. Kisaran [kepemilikan saham] bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen," ujar Rosan setelah menghadiri Dialog Pelaku Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2), dikutip Senin (2/2).
Di luar Danantara, peluang investasi itu juga terbuka bagi para SWF dari negara lain jika ingin berpartisipasi. Pun begitu dengan lembaga keuangan yang ingin berinvestasi.
Bursa negara lain yang sahamnya turut dimiliki oleh SWF setelah demutualisasi adalah Singapura dan Hong Kong. Bursa Efek Singapura atau SGX misal, lembaga keuangan yang terdaftar sebagai pemegang sahamnya, antara lain: BlackRock (4,98 persen), Vanguard (3,33 persen), Fidelity International (2,41 persen), J.P. Morgan Asset Management (1,90 persen), dan Schroder Investment management (Singapore) (1,47 persen).
Sebagai konteks, dalam 8 langkah percepatan reformasi pasar modal yang disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan dan para Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal, demutualisasi bursa termasuk dalam salah satu poinnya. Aksi tersebut ditargetkan selesai pada kuartal-I 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan, Danantara juga sudah mulai berinvestasi ke instrumen yang tercatat di pasar modal Indonesia. Khususnya obligasi dan ekuitas privat. Aksi investasi tersebut telah dilakukan sejak Desember 2025 melalui para Manajer Investasi (MI) yang mereka tunjuk.
Langkah tersebut akan dilakukan rutin beberapa waktu ke depan. "Memang strategi awal kami, 6 bulan ke depan ini, [investasi] melalui manajer investasi. Memang tidak langsung karena kami juga ingin crowd in para pemain yang ada," katanya (1/2) di Main Hall BEI.
Sejumlah kriteria saham yang Danantara tetapkan dalam arahannya kepada MI, yakni: memiliki pertumbuhan, fundamental, dan likuiditas yang baik; mencatatkan arus kas yang solid.
"Tahun ini bisa dibilang dari pendanaan Danantara, setengah akan masuk ke public market, yang sebagian besar tentu akan di Indonesia," ujarnya.
