Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danantara Disebut Incar 40,12% Saham BEI, Due Dilligence Rampung?
Ilustrasi bursa efek indonesia (wikimedia commons/Bursa Efek Indonesia)
  • Danantara Indonesia dikabarkan mengincar sekitar 40,12% saham BEI melalui rights issue dalam rencana demutualisasi, berdasarkan dokumen pertemuan pemegang saham tertanggal 9 September 2026.
  • Usulan pasca-rights issue mencatat Anggota Bursa memegang 51,16%, non-Anggota Bursa 2,32%, saham treasuri 6,4%, dengan total 93 pemegang saham BEI.
  • Danantara memulai penjajakan investasi sejak akhir Juli; due diligence berlangsung 11 Agustus–11 September 2026 dan laporan finalnya masih difinalisasi. RPOJK demutualisasi dibahas Kementerian Hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Persiapan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berjalan. Terbaru, Danantara Indonesia dikabarkan berencana memiliki 40,12 persen saham PT BEI.

Hal tersebut tertera dalam dokumen 'Pertemuan dengan Pemegang Saham PT Bursa Efek Indonesia', yang Fortune Indonesia terima pada Senin (14/9). Demutualisasi diusulkan dilakukan melalui aksi rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu.

"Harga nominal saham PT BEI adalah Rp7,5 miliar per lembar (tetap sebelum maupun sesudah rights issue)," demikian dikutip dari dokumen tertanggal 9 September 2026 itu.

Secara terperinci, setelah rencana rights issue itu, berikut ini usulan struktur pemegang saham PT BEI:

  • Danantara Indonesia: ~69 lembar atau 40,12 persen. Jumlah final akan tunduk pada POJK terkait pemegang saham.

  • Anggota Bursa: 88 lembar atau 51,16 persen.

  • Non-Anggota Bursa: 4 lembar atau 2,32 persen.

  • Saham Treasuri: 11 lembar atau 6,4 persen.

Sebelum aksi korporasi itu, pemegang saham BEI terdiri atas Anggota Bursa (87,38 persen); Non-Anggota Bursa (1,94 persen); dan Saham Treasuri (10,68 persen).

Secara menyeluruh, total pemegang saham BEI meningkat menjadi 93 pihak. Itu meliputi: satu DIM, 88 perusahaan sekuritas (AB), 4 perusahaan sekuritas non-AB setelah SPAB dicabut atau non-aktif (PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, PT Ekuator Swarna Sekuritas, dan PT Paramitra Alfa Sekuritas).

Histori penyampaian minat investasi Danantara di BEI

Dokumen itu juga memperinci sejumlah poin perkembangan demutualisasi bursa, termasuk lini waktu penyampaian minat investasi Danantara. Berikut ini detailnya:

  • 30 Juli 2026: pertemuan dengan pemegang saham terkait update demutualisasi.

  • 31 Juli 2026: BEI menerima surat minat investasi dari Danantara berisi niat Danantara untuk mulai penjajakan terkait rencana investasi.

  • 3 Agustus 2026: pertemuan BEI dengan Danantara.

  • 6 Agustus 2026: Pertemuan BEI dan Danantara terkait kick-off due dilligence.

  • 11 Agustus 2026 sampai 11 September 2026: Proses due diligence dilaksanakan. Sedang dalam proses finalisasi laporan final.

  • 11 Agustus 2026: DIM menyampaikan informasi penunjukan Konsultan Valuasi, Konsultan Hukum, dan Konsultan Strategi Bisnis dalam rangka due diligence.

  • 8 September 2026: Pertemuan dengan BI untuk diskusi teknis rencana demutualisasi BEI.

Sementara itu, terkait penyusunan RPOJK demutualisasi bursa, saat ini sedang masuk dalam pembahasan di Kementerian Hukum.

Fortune Indonesia telah menghubungi Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Danantara Indonesia mengenai kabar ini, tetapi belum memperoleh respons hingga berita ini dipublikasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article