Danantara menyusun transformasi BUMN dalam lima tahapan yang dijalankan secara bertahap. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan. Tahun kedua, perhatian beralih pada pengembangan sumber daya manusia serta pembentukan budaya perusahaan yang baru.
"Jadi setelah mereka konsolidasi tema keduanya nanti adalah berkaitan dengan people development dan corporate culture," ujar Dony di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Jumat (7/8).
Memasuki tahun ketiga, transformasi diarahkan pada percepatan inovasi dan pemanfaatan teknologi, termasuk AI. Barulah pada tahun keempat, Danantara menjalankan strategi penciptaan nilai melalui aksi korporasi.
"Nah tahun keempatnya baru kita bicara mengenai value creation. Jadi mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana (BUMN) kita tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan arahannya tentu sebagai milik negara," tutur Dony.
Ia juga menjelaskan tema pengelolaan BUMN berubah setiap tahun sesuai target transformasi yang telah disusun. Pendekatan itu diharapkan membuat pembenahan perusahaan secara bertahap sebelum memasuki fase ekspansi ke pasar modal.