Deloitte: Indonesia Pimpin IPO ASEAN 2025 dari Kapitalisasi Pasar

Jakarta, FORTUNE - Indonesia memimpin pasar penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) saham Asia Tenggara pada 2025 berdasarkan jumlah kapitalisasi pasar.
Dari 120 IPO saham regional sepanjang 2025, jumlah kapitalisasi pasarnya mencapai US$33,27 miliar. Indonesia berkontribusi paling besar, dengan total kapitalisasi pasar IPO senilai US$9,39 miliar atau 28,21 persen.
Posisi kedua dan ketiga diisi oleh Vietnam dan Singapura, dengan total kapitalisasi pasar IPO senilai US$7,66 miliar (23 persen) dan US$6,22 miliar (18,69 persen). "Indonesia, Vietnam, dan Singapura menyumbang 70 persen dari total kapitalisasi pasar IPO Asia Tenggara," demikian data yang dikutip dari laporan Southeast Asia IPO Capital market 2025 Full Year Deloitte, Selasa (27/1).
Jika dilihat dari aspek lain, misal jumlah IPO 2025, Indonesia berada di peringkat kedua dengan 26 IPO saham. Di posisi pertama ada Malaysia dengan 59 IPO saham. Deloitte mencatat, kedua negara itu memimpin dari segi volume dan nilai IPO saham pada 2025.
Berdasarkan jumlah dana IPO yang dihimpun, Indonesia juga masuk di posisi 3 besar dengan total dana US$1,09 miliar. Di atas Indonesia ada Singapura dan Malaysia, yang masing-masing menghimpun dana IPO hampir US$2,03 miliar dan US$1,43 miliar.
"Singapura (31 persen), Malaysia (22 persen), dan Indonesia (17 persen) berada di puncak klasemen [IPO] Asia Tenggara untuk 2025, secara kolektif menyumbang 70 persen dari total dana IPO yang dihimpun di seluruh ASEAN pada 2025," kata Deloitte.
Sebagai konteks, selama 2025, total nilai IPO di kawasan bertumbuh 74 persen (YoY) menjadi US$6,5 miliar walaupun terjadi penurunan jumlah pencatatan saham. Sebagai perbandingan, pada 2024, IPO saham Asia Tenggara berjumlah 136, dengan total dana IPO dihimpun US$3,7 miliar.
Itu berkat kesepakatan yang lebih besar, pergeseran dinamika sektor, dan kinerja pasar yang kuat di Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Dari segi sektor, peningkatan pencatatan saham bernilai tinggi terjadi di sektor real estate, energi dan sumber daya, dan jasa keuangan.
Capital Markets Services Leader, Deloitte Southeast Asia, Hwee Ling Tay, mengatakan, terdapat 4 IPO yang menghimpun dana lebih dari US$500 juta dari Singapura, Vietnam, dan Filipina. Itu dikombinasikan dengan 14 IPO dengan kapitalisasi pasar melampaui US$1 miliar.
"Yang perlu diperhatikan, pencatatan saham yang didukung [dana] ekuitas swasta muncul sebagai katalis [pertumbuhan] di seluruh wilayah, mempertahankan arus masuk modal yang stabil dan menarik minat investor yang kuat," katanya dalam riset.









