MARKET

LPKR Lepas 10,45 Saham Siloam Senilai Rp3,85 T ke Perusahaan Singapura

Penjualan saham SILO akan memperkuat neraca keuangan LPKR.

LPKR Lepas 10,45 Saham Siloam Senilai Rp3,85 T ke Perusahaan SingapuraRumah Sakit Siloam. (Shutterstock/Mezario)
13 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Emiten pengembang properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjual 1.352.637.000  Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) ke perusahaan asal Singapura, Sight Investment Company Pte. 

LPKR melalui anak usahanya, PT Megapratama Karya Persada telah menandatangani Perjanjian Penjualan Saham Bersyarat (PPJB) dengan Sight Investment Company Pte. Limited. Berdasarkan PPJB, nilai keseluruhan rencana transaksi pengalihan saham itu berjumlah Rp3,85 triliun.

Rencana Transaksi berdasarkan PPJB ini merupakan transaksi bersyarat, yang mana pemenuhan pelaksanaannya akan dilakukan setelah persyaratan pendahuluan terpenuhi

"Rencana Transaksi ini membawa dampak positif bagi Perseroan dan akan memperkuat neraca serta meningkatkan kas Perseroan," kata Corporate Secretary LPKR, Ratih Safitri dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/5).

Mengutip data BEI,  PT Megapratama Karya Persada saat ini merupakan pemegang saham mayoritas Siloam Hospitals dengan total kepemilikan saham 49,57 persen.

Kinerja LPKR

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), emiten Properti, real estate dan layanan kesehatan mencatat pertumbuhan kinerja kuangan sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan kinerja  Grup Lippo ini ditopang oleh sejumlah lini bisnis seperto real estate hingga segmen rumah sakit dan kesehatan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sepanjang 2023, LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp16,99 triliun, angka ini tumbuh 15 persen secara tahunan bila dibandingka periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,80 triliun.

Kenaikan ini mendorong perseroan memperoleh kenaikan laba kotor sebesar 18 persen menjadi Rp7,7 triliun, dan EBITDA meningkat sebesar 28 persen (YoY) menjadi Rp4,2 triliun. LPKR juga meraih laba bersih sebesar Rp50,14 miliar dari yang sebelumnya mencatat kerugian Rp2,69 triliun, terdorong oleh penyusutan beban lainnya. 

Di segmen real estate, LPKR membukukan pra penjualan Rp5,12 triliun, atau 5 persen lebih tinggi dari target tahun 2023 yang sebesar Rp4,9 triliun. Kinerja ini ditopang kota mandiri Park Serpong.Pendapatan real estate sepanjang tahun lalu meningkat sebesar 10 persen (YoY) menjadi Rp4,5 triliun, didorong oleh serah terima peluncuran produk yang tepat waktu, penjualan tanah, penjualan tanah pemakaman di San Diego Hills, serta peningkatan kinerja pengelolaan kota.

Pada tahun ini, LPKR menetapkan target pra penjualan sebesar Rp5,375 triliun, meningkat 10 persen dari target tahun sebelumnya. Pencapaian target tersebut akan terus didorong oleh produkproduk residensial dan komersial baru di Lippo Village dan Lippo Cikarang, serta di wilayah lain yang merupakan lahan cadangan perseroan.

“Laporan keuangan tahun 2023, yang menunjukkan kinerja yang kuat di seluruh segmen bisnis, serta pengelolaan keuangan yang hati-hati di tingkat holding company. Khususnya, kami telah mencapai NPAT positif pertama kami sejak tahun 2018," kata Group CEO LPKR John Riady, dalam keterangannya, Selasa (2/4).  
 
Di segmen layanan kesehatan, anak usaha LPKR, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), mencatat peningkatan pendapatan sebesar 18 persen (YoY) menjadi Rp 11,2 triliun dan pertumbuhan EBITDA sebesar 31 persen (YoY) menjadi Rp 2,9 triliun.  
 

Related Topics