Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
FOLK Ikut Garap Infrastruktur Dua Data Center di Cikarang
Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) Danny Sutradewa (tengah) dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (9/6). (Eko Wahyudi/ Fortune Indonesia)
  • FOLK melalui Traya Hydro berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek data center berskala besar di Cikarang, Bekasi.
  • Traya Hydro menyediakan solusi pengolahan air dan air limbah sebagai infrastruktur pendukung operasional data center.
  • Identitas pemilik proyek dan nilai kontrak Traya Hydro belum diungkapkan karena ketentuan kerahasiaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (9/9)

Direktur Traya Hydro Handy Halimin menyampaikan bahwa Traya Hydro mendukung pembangunan dua data center di Cikarang melalui solusi pengolahan air dan air limbah.

kini

Traya Hydro berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek data center berskala besar di kawasan Cikarang, Bekasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Traya Hydro berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek data center dengan menyediakan solusi pengolahan air dan air limbah.
  • Who?
    PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), anak usahanya Traya Hydro, dan operator data center internasional terlibat dalam proyek tersebut.
  • Where?
    Dua proyek data center berada di kawasan Cikarang, Bekasi.
  • When?
    Direktur Traya Hydro Handy Halimin menyampaikan keterangan pada Rabu (9/9).
  • Why?
    Data center membutuhkan sistem pengolahan air untuk pendinginan, air bersih, dan pengelolaan air limbah domestik selama beroperasi.
  • How?
    Traya Hydro mengandalkan teknologi pengolahan air, termasuk Membrane Bioreactor (MBR) dan Ultrafiltration (UF).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

FOLK punya anak perusahaan bernama Traya Hydro. Mereka membantu membuat dua data center besar di Cikarang, Bekasi. Traya Hydro mengolah air bersih dan air limbah untuk tempat itu. Data center perlu air untuk membantu membuang panas dan tetap bekerja sepanjang waktu. Nama pemilik proyek dan nilai kontraknya masih dirahasiakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keterlibatan Traya Hydro menunjukkan penggunaan kapabilitas pengolahan air dan air limbah dalam negeri untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital. Fasilitas manufaktur domestik, sertifikasi SNI, dan TKDN yang dimiliki perseroan menjadi dasar bagi penyediaan solusi pengolahan air bagi dua fasilitas data center di Cikarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memperluas paparan bisnisnya ke sektor infrastruktur digital melalui anak usahanya, Traya Hydro. Perusahaan yang dikendalikan 99,9 persen oleh FOLK tersebut kini berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek pangkalan data berskala besar di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Traya Hydro mendukung pembangunan kedua fasilitas tersebut melalui penyediaan solusi pengolahan air dan air limbah, yang menjadi bagian dari infrastruktur pendukung data center demi dapat beroperasi secara berkelanjutan.

“Fasilitas data center menuntut sistem pengolahan air yang berjalan tanpa gangguan, hemat ruang, dan menghasilkan air olahan yang bisa dipakai kembali. Fokus kami adalah membuktikan bahwa standar tersebut dapat dipenuhi oleh teknologi dan kapasitas produksi dalam negeri,” kata Direktur Traya Hydro, Handy Halimin, dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Kedua proyek tersebut dikembangkan oleh operator data center internasional yang tengah membangun fasilitas berskala besar di Indonesia. Namun, Handy mengatakan identitas pemilik proyek maupun nilai kontrak yang diperoleh Traya Hydro belum dapat diungkapkan karena terikat ketentuan kerahasiaan dengan para pihak.

Kawasan Cikarang telah berkembang menjadi salah satu klaster utama pengembangan pangkalan data di Indonesia. Berdasarkan pengumuman publik para pengembang, nilai investasi yang direncanakan untuk pembangunan data center di kawasan tersebut telah melampaui US$6 miliar, dengan rencana kapasitas gabungan lebih dari 600 megawatt (MW) dan potensi pengembangan hingga 1 gigawatt (GW).

FOLK menegaskan angka investasi tersebut merupakan nilai yang diumumkan oleh masing-masing pengembang dan bukan merupakan nilai kontrak Traya Hydro maupun FOLK.

Menurut Handy, kebutuhan air menjadi salah satu aspek penting dalam pengoperasian data center. Selain air pendingin yang digunakan untuk membantu membuang panas dari sistem, fasilitas tersebut juga membutuhkan air bersih sekaligus menghasilkan air limbah domestik karena beroperasi sepanjang waktu.

Di sisi inilah Traya Hydro mengambil peran dengan mengandalkan teknologi pengolahan air, termasuk Membrane Bioreactor (MBR). Teknologi tersebut memungkinkan air hasil olahan memenuhi baku mutu dan berpotensi digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi.

Traya Hydro memiliki kapabilitas pada bidang pengolahan air dan air limbah dengan teknologi seperti MBR dan Ultrafiltration (UF). Perseroan juga memiliki fasilitas manufaktur di dalam negeri serta mengantongi sertifikasi SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Curated For You

Editorial Team

Related Article