Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IHSG Berpeluang Menanjak di Tengah Antisipasi Suku Bunga
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan setelah menembus level psikologis 6.000, didorong aksi beli asing dan sentimen positif menjelang keputusan suku bunga domestik serta global.
  • Analis menilai tren naik IHSG bisa berlanjut jika indeks bertahan di atas support 5.850–5.900, dengan area resisten di kisaran 6.200–6.290.
  • Investor fokus pada keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia yang akan menentukan arah arus modal, pergerakan rupiah, serta keberlanjutan momentum pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kinerja IHSG yang berhasil menembus kembali level psikologis 6.000 mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih, didukung oleh aksi beli investor asing senilai Rp287 miliar dan sentimen positif dari efisiensi anggaran pemerintah. Dukungan teknikal serta meredanya kekhawatiran inflasi global turut memperkuat peluang penguatan berkelanjutan di tengah kehati-hatian menjelang keputusan suku bunga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (15/6). Sentimen positif ini muncul setelah indeks ditutup melonjak 2,07 persen ke 6.007 pada akhir pekan lalu. Keberhasilan menembus kembali ambang psikologis 6.000 menjadi motor penggerak utama, meskipun para pelaku bursa bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga acuan domestik dan global pekan ini.

Laju indeks di lantai bursa kini membuka peluang penguatan lanjutan. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, menjelaskan bahwa performa ini dapat bertahan lama. Syaratnya, IHSG harus mampu menjaga posisi di atas area support 5.850-5.900. Sementara itu, area resisten dipatok pada kisaran 6.200 dan 6.290.

Arah pergerakan pasar modal pekan ini akan sangat bergantung pada kebijakan moneter. Investor akan mengamati dengan saksama langkah dari bank sentral utama dunia dan Tanah Air.

"Pasar akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, terutama keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia, yang akan menjadi penentu arah arus modal, pergerakan rupiah, serta keberlanjutan momentum rebound IHSG," kata Reza dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, tim riset BRIDS merekomendasikan saham DSSA, MBMA, dan DEWA sebagai pilihan pemodal.

Aksi borong saham oleh pemodal internasional ikut menyuntikkan darah segar ke pasar domestik. Pada akhir pekan lalu, aksi beli bersih investor asing mencapai Rp287 miliar di pasar reguler. Gairah pasar modal ini dipicu oleh membaiknya sentimen dalam negeri. Pemerintah mengindikasikan adanya efisiensi anggaran program MBG. Selain itu, terdapat penyesuaian target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Dari arena eksternal, iklim investasi juga mendapat angin segar. Pasar merespons positif meningkatnya ekspektasi de-eskalasi konflik geopolitik. Ditambah lagi, koreksi harga minyak bumi turut meredakan kecemasan terhadap hantu inflasi global.

Optimisme senada datang dari Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta. Secara teknikal, pergerakan grafik IHSG masih berpotensi menguat. Indeks dinilai telah membentuk pola upward bar. Sinyal positif ini dikonfirmasi oleh indikator Stochastics K_D dan RSI yang didukung peningkatan volume perdagangan. Pemodal disarankan melirik saham ANTM, NCKL, dan TPIA yang menjadi sorotan Mirae Asset hari ini.

Kendati iklim investasi kondusif, para pelaku bursa tetap menunjukkan sikap penuh kehati-hatian. Minggu ini merupakan pekan perdagangan pendek. Aktivitas transaksi di bursa akan diliburkan pada Selasa (16/6).

Investor cenderung menahan diri mengantisipasi rilis data makro ekonomi penting pada akhir pekan. Fokus utama tertuju pada hasil pertemuan Fed terkait keputusan suku bunga maupun proyeksi ekonomi. Dari dalam negeri, pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan tingkat suku bunga BI. Ada kemungkinan BI bakal tetap mempertahankan sikap moneter yang ketat (hawkish).

Selain itu, perhatian pemodal mulai terpecah ke agenda global lainnya. Dinamika pengelompokan portofolio internasional menjadi perhatian tersendiri.

"Di sisi lain, [perhatian] para pelaku pasar juga mulai tertuju pada agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026," kata Nafan.

Apakah IHSG akan terus menguat meski suku bunga ditahan?

Editorial Team

Related Article