Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada Jumat (10/7), setelah ditutup naik 0,67 persen di level 5.912,44.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, megnatakan, secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung terbatas dengan support 5.805 dan resistance psikologis 6.000. Penembusan level 6.000 akan menjadi konfirmasi awal bagi berlanjutnya momentum penguatan.
"Pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan Rupiah, serta FOMC Minutes yang mengindikasikan suku bunga AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut dapat memengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," jelas Reza dalam riset hariannya.
Kemarin, IHSG menguat karena rebound technical pada saham-saham komoditas dan perbankan. Namun, penguatan masih dibayangi ketidakpastian global, seiring meningkatnya tensi AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak serta proyeksi IMF yang memangkas pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0 persen.
Dari domestik, cadangan devisa yang tetap kuat belum mampu sepenuhnya mengimbangi pelemahan data penjualan ritel.
Saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah BUVA, ANTM, dan BUMI.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG mulai mengumpulkan kekuatannya dari FR50 persen support. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, volume mulai mengalami penguatan, namun RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
"Setelah market dikejutkan oleh rilis sentimen negatif dari S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang menempatkan Indonesia dalam daftar pantau potensi downgrade ke frontier market pada 2027 akibat isu transparansi dan likuiditas, pergerakan IHSG pada penutupan pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang bullish consolidation dengan tingkat kewaspadaan tinggi," kata Nafan dalam risetnya.
Sentimen geopolitik mulai mereda karena Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan bahwa konflik tidak akan berkembang menjadi perang yang lebih luas, sehingga mendorong para pelaku investor kembali masuk ke aset berisiko.
Harga minyak dunia mulai terkoreksi sehingga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi gangguan pasokan energi global, maka hal ini memberikan sentimen positif bagi stock market. Harapan de-eskalasi konflik AS-Iran ini bahkan sukses menurunkan indeks volatilitas global sebesar 6,27 persen menjadi 15,84.
Dengan demikian, harapan ini berpotensi menekan permintaan terhadap aset safe haven dan mendukung aliran dana kembali ke aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia. Di sisi lain, sentimen risk-on yang perlahan kembali ke pasar finansial regional diharapkan menahan keperkasaan Indeks Dolar AS (DXY) untuk tidak melaju lebih tinggi, sehingga bisa menahan pelemahan Rupiah yang sempat berada -0,64 persen pada level Rp18.128 per dolar AS.
Daftar saham pilihan Mirae hari ini mencakup AMMN, DEWA, dan MBMA.
