Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Diproyeksi Kembali Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan setelah naik 1,37 persen ke 6.319, didorong sentimen kinerja emiten, meredanya risiko geopolitik, dan minat investor asing.
  • Investor mencermati PDB Indonesia kuartal II-2026, kelanjutan musim laporan kinerja, serta rencana tambahan dana SAL ke perbankan untuk menopang likuiditas dan kredit.
  • Meski indikator teknikal positif dan valuasi menarik, IHSG memasuki area supply 6.320–6.400 sehingga berisiko profit taking; konsumsi melemah dan pertumbuhan PDB diperkirakan melambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Rabu (5/8), usai ditutup naik 1,37 persen ke level 6.319.

Penguatan IHSG kemarin didorong membaiknya sentimen domestik dan global. Penguatan ditopang optimisme terhadap musim pengumuman kinerja semester I 2026 yang menunjukkan kinerja solid, khususnya sektor perbankan dan komoditas, serta meredanya kekhawatiran geopolitik setelah adanya perkembangan positif dalam perundingan AS-Iran terkait jalur pelayaran Selat Hormuz.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan level support 6.270–6.200 dan resisten 6.400–6.420.

"Namun, karena indeks telah memasuki area supply 6.320–6.400, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai meski tren bullish masih terjaga selama bertahan di atas area support," catat Reza dalam riset hariannya.

Menurutnya, pasar akan mencermati rilis PDB Indonesia kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3 persen (YoY), serta kelanjutan earning season. Selain itu, perhatian investor tertuju pada rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perbankan dan perekonomian domestik. Adapun, daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini: TINS, BRMS, MEDC.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG melanjutkan trajektori penguatannya setelah membentuk pola upward bar. Berdasarkan indikator, meskipun volume mengalami penurunan, adapun Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, bahkan MA20&60 mulai membentuk pola golden cross.

Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia dinilai masih relatif menarik, dengan P/E di level 9,32x, dibanding beberapa regional markets setelah tekanan yang terjadi pada semester I-2026, sehingga masih berpotensi menarik minat para pelaku investor secara bertahap.

"Bahkan terjadi daily net foreign buy tercatat sebesar Rp741,19 miliar pada perdagangan bursa kemarin," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta.

Dari eksternal, keputusan Presiden AS Donald Trump menunda opsi aksi militer terhadap Iran dan beralih ke jalur diplomasi terus meredakan kekhawatiran geopolitik global. Harga minyak WTI dan Brent yang terus terkoreksi signifikan membantu meredakan kekhawatiran risiko inflasi berbasis biaya energi atau energy cost push inflation.

Dengan demikian, optimisme tersebut membuat investor untuk terus masuk ke aset berisiko khususnya di pasar saham.

Di sisi lain, menguatnya tema investasi AI turut menjadi sentimen positif bagi market karena investor semakin percaya bahwa belanja AI mulai menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang nyata bagi perusahaan. Adapun saham AMD melesat lebih dari +6% menyusul optimisme rilis kinerja kuartalan, yang turut mendorong penguatan saham semikonduktor lain seperti Nvidia dan Broadcom.

Sementara itu, para pelaku investor bersiap mengantisipasi rilis data US nonfarm payroll (NFP) pekan ini guna mengukur arah kebijakan suku bunga acuan The Fed ke depan.

Dari domestik, memasuki pertengahan pekan pertama Agustus, penyesuaian alokasi portofolio manajer investasi dan dana pasif pasca-rebalancing indeks seperti IDX80, IDX30, Kompas100, berpotensi memicu akumulasi lanjutan pada berbagai saham konstituen baru yang memiliki fundamental solid.

Bahkan tereduksinya geopolitical risk premium menjadikan katalis positif bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi, subsidi energi, dan nilai tukar rupiah.

Para pelaku investor juga akan menantikan perilisan pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal II-2026 yang akan dirilis BPS pada hari ini. Adapun konsensus memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia berada di kisaran 5,1 persen (YoY), melambat dibandingkan 5,61 persen (YoY) pada kuartal I-2026.

"Hal itu sangat wajar sebab telah terjadi normalisasi konsumsi rumah tangga setelah lonjakan musiman pada periode Ramadan dan Idul Fitri di kuartal I-2026," kata Nafan.

Bahkan penjualan ritel melemah, tercermin dari kontraksi penjualan ritel pada April dan Mei, yang mengindikasikan bahwa konsumsi domestik tidak sekuat awal tahun.

Sementara itu, kontribusi ekspor bersih menurun, sebab impor energi melonjak selama kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah, sehingga neraca perdagangan sudah mengalami defisit selama 2 bulan berturut-turut. Di sisi lain, kebijakan BI-Rate yang lebih tinggi tentunya membatasi ekspansi kredit dan investasi swasta.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article