IHSG Diproyeksi Menguat Selepas Long-Weekend, Ini Katalisnya

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada Senin (2/6), setelah ditutup turun 0,32 persen ke level 7.175,81.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan IHSG menunjukkan tanda-tanda berlanjutnya tren naik dan dapat mencapai 7261 setelah menembus di atas resisten internal 7.219 pada Rabu (28/5) lalu.
"Namun demikian, waspadai jika IHSG turun di bawah 7.143 karena ada peluang untuk menguji support 7.109," jelas Ivan dalam riset hariannya.
Level support IHSG berada di 7.143, 7.109, 7.055, dan 7.009. Sementara level resistennya di 7.261, 7.345, dan 7.444. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.
Ia memproyeksikan IHSG hari ini melaju di antara level 7.155 dan 7.205. Daftar saham pilihannya adalah BBRI, BMRI, BRPT, GOTO, dan ICBP.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 7.050, pivot 7.150, dan resisten 7.250.
Dari pasar global, indeks utama di Wall Street selama pekan lalu ditutup menguat, meskipun pada Jumat (30/5) ditutup mix cenderung stagnan. Pengadilan Perdagangan AS memerintahkan pembatalan tarif (28/5), namun pengadilan banding membatalkan keputusan tersebut (29/5). Pengadilan memerintahkan penggugat untuk memberi tanggapan paling lambat 5 Juni dan pemerintah AS 9 Juni.
AS mempertimbangkan memberlakukan tarif 15 persen selama 150 hari. Trump berencana menaikkan tarif impor baja dan aluminium yang masuk ke AS dari 25 persen menjadi 50 persen mulai 4 Juni 2025. Selain itu Trump juga menuduh Tiongkok melanggar kesepakatan dagang awal.
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim mengatakan, investor akan menantikan data ekonomi dari AS, di antaranya ISM Manufacturing Index, ADP Employment Change, ISM Services, Trade Balance, Nonfarm Payrolls dan Unemployment Rate. Dari Euro Area akan diirilis data inflasi, keputusan kebijakan moneter ECB dan penjualan ritel. "Dari Tiongkok, akan dirilis data Caixin Manufacturing PMI dan Caixin Services PMI," katanya dalam riset harian.
IHSG ditutup melemah pada level 7.175 (-0,32 persen) pada Rabu (28/5). Minimnya faktor positif baru, membuat investor cenderung merealisasikan keuntungan menjelang libur panjang pada pekan lalu, sehingga IHSG melemah selama pekan lalu.
Ratna mengingatkan investor perlu mewaspadai dampak meningkatnya ketidakpastian seputar perang tarif AS. Berdasarkan analisa teknikal mingguan, indikator stochastic RSI berada pada area overbought. Bollinger bands mulai melebar yang mengindikasikan potensi volatilitas. MACD masih positif namun momentumnya melambat.
"Sehingga IHSG pada pekan ini diperkirakan berpotensi koreksi minor menguji level 7.100/7.050," ujarnya.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas pada pekan ini meliputi INDF, UNTR, ASII, EMTK, ADMR, dan ACES.