Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Diproyeksikan Terkoreksi, Support 5.118 Jadi Perhatian
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG ditutup turun 1,99 persen ke 5.266,13 dan diproyeksikan melanjutkan koreksi, dengan area support 5.182–5.118 menjadi perhatian utama setelah gagal bertahan di atas 5.400.
  • Sentimen pasar menanti laporan kinerja emiten kuartal III 2026, kebijakan BEI terkait saham HSC, serta keputusan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga 3,75–4,00 persen.
  • BRIDS merekomendasikan DSNG, CPIN, dan AADI; Kiwoom memantau CTRA, PTBA, PWON, serta TOWR, sambil menyarankan buy on weakness selektif dan menunggu konfirmasi akumulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali terkoreksi pada Rabu (28/10). Namun, potensi pemulihan secara teknikal masih terbuka.

Kemarin, IHSG ditutup turun 1,99 persen ke 5.266,13. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 5.182–5.118 setelah gagal bertahan di atas 5.400.

"Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.731) dan MA200 (6.916), sementara MACD masih negatif meski histogram mulai menyusut," kata Reza.

Di sisi lain, jika support bertahan, peluang konsolidasi atau technical rebound tetap terbuka menuju 5.400–5.455.

Perdagangan hari ini akan diwarnai penantian rilis kinerja emiten kuartal ketiga 2026, perkembangan kebijakan BEI terkait pengecualian saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, serta keputusan The Fed pada Kamis dini hari WIB, 29 Oktober.

Konsensus memperkirakan suku bunga dipertahankan di 3,75–4,00 persen. Sementara, sejumlah ekonom memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember meningkat akibat tekanan inflasi yang masih tinggi.

"Jika The Fed memberi sinyal lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta pasar saham emerging markets," ujar Reza.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah DSNG, CPIN, dan AADI.

Kiwoom Sekuritas menambahkan, dari segi teknikal, IHSG kembali breakdown level 5.317 dan rentan melanjutkan tren penurunan. RSI (14) kembali turun ke level 31.6. IHSG diperkirakan berisiko lanjut menguji support terdekat di 5.185, Jika breakdown IHSG bisa lanjut menuju support 5.012/4.980.

Sementara, jika IHSG rebound, resisten terdekatnya di level 5.317. Kemudian, apabila IHSG mampu break, maka indeks acuan itu diproyeksi bisa kembali di kisaran resisten 5.349/5.418.

"Investor disarankan tetap berhati-hati, menerapkan strategi buy on weakness secara selektif, serta menunggu konfirmasi lanjutan untuk melakukan akumulasi lebih agresif," kata Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia.

Saham-saham yang masuk dalam pantauan tim Kiwoom Research adalah CTRA, PTBA, PWON, dan TOWR.

Editorial Team

Related Article