IHSG Masih Tertekan, Mampukah Bertahan di Level 6.019?

- IHSG diproyeksikan masih melemah setelah turun 0,83 persen, dipicu net sell asing Rp1,56 triliun, rupiah melemah, yield US Treasury tinggi, dan ketidakpastian geopolitik.
- Pasar menanti inflasi September serta neraca perdagangan Agustus, dengan konsensus surplus sekitar US$630 juta, untuk mengukur tekanan eksternal, daya beli domestik, dan ruang kebijakan BI.
- Level 6.019 menjadi support krusial IHSG; jika jebol, indeks berpotensi menuju 5.854–5.898. Penguatan perlu menembus 6.185–6.240 untuk mengonfirmasi rebound.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan melemah pada perdagangan Kamis (1/10), setelah ditutup turun 0,83 persen.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, kemarin, investor asing mencatat net sell Rp1,56 triliun di pasar reguler. Tekanan masih berasal dari pelemahan rupiah, yield US Treasury yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik. Namun, penurunan harga minyak ke sekitar US$96/barel mulai memberikan sedikit ruang bagi sentimen, sementara komentar John Williams yang menyebut belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat turut meredakan tekanan dari ekspektasi Fed.
"Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi domestik pada 1 Oktober, terutama inflasi September dan neraca perdagangan Agustus," kata Reza.
Konsensus Reuters memperkirakan surplus perdagangan Agustus mencapai sekitar US$630 juta, sementara inflasi September diproyeksikan meningkat tipis. Reza memandang, data iitu akan menjadi penting untuk menilai tekanan eksternal, daya beli domestik, serta ruang kebijakan BI di tengah rupiah yang masih berada di level lemah.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan namun mulai memasuki area support Fibonacci 6.019, dengan support berikutnya di 5.854. MACD masih bearish, sehingga rebound belum terkonfirmasi; indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200.
"Kemampuan bertahan di 6.019 menjadi kunci, sementara breakout 6.185–6.240 diperlukan untuk membuka ruang technical rebound lebih lanjut," kata Reza.
Daftar saham pilihannya adalah EMAS, UNTR, dan SRSN.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menyoroti sentimen dari sisi fiskal. Menurut tim riset Kiwoom, kepastian kebijakan turut membaik setelah DPR mengesahkan RUU APBN 2027.
Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam down channelnya dengan RSI (14) turun ke 29.8, memasuki area oversold. Apabila IHSG Kembali melemah, pelemahan berpotensi Kembali menguji 6.033,38 (FR 61.8%) dan 5.987, jika break bisa berlanjut ke level 5,898.
'Sebaliknya, apabila mampu menguat bisa Kembali menguji level 6.150, bisa Kembali ke level 6.186 kemudian 6.227-6.241," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia.
Saham-saham yang ia soroti adalah AKRA, BUKA, EMAS, dan WIFI.












