- Logam mulia atau emas
8 Jenis Instrumen Investasi Beserta Keuntungan dan Risikonya

Ada 8 jenis instrumen investasi populer seperti emas, saham, deposito, obligasi, reksa dana, properti, valuta asing, dan cryptocurrency.
Investasi membantu mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, menjaga nilai aset dari inflasi, serta menciptakan pendapatan pasif.
Tiap instrumen memiliki risiko berbeda seperti risiko pasar, gagal bayar, inflasi, likuiditas rendah, dan politik.
Seiring meningkatnya literasi keuangan, banyak orang yang mulai tertarik untuk berinvestasi. Saat ini, ada berbagai jenis instrumen investasi yang bisa dipilih.
Hanya saja, keputusan berinvestasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, setiap instrumen memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi imbal hasil yang berbeda.
Untuk itu, pentingnya memahami karakteristik setiap aset supaya terbentuk diversifikasi investasi. Nah, berikut beberapa jenis instrumen investasi beserta potensi keuntungan dan risikonya yang perlu dipahami.
Table of Content
Jenis-jenis instrumen investasi
Instrumen investasi adalah sarana atau aset bagi investor untuk menanamkan modal guna mendapatkan keuntungan. Instrumen tersedia dalam berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuntungan.
Berikut rincian jenis instrumen investasi yang populer di kalangan investor.
Logam mulia seperti emas menjadi pilihan aset yang umum dipilih investor. Investasi klasik ini cocok untuk Anda yang mencari aset lindung nilai terhadap inflasi.
Risikonya relatif rendah, tetapi imbal hasilnya tidak sebesar instrumen lain. Karena itu, emas sering digunakan sebagai pelindung nilai kekayaan dan dana darurat.
Saham merupakan instrumen investasi yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan terbuka (emiten). Investor berpeluang memperoleh keuntungan melalui capital gain, yaitu selisih kenaikan harga saham, serta dividen yang dibagikan perusahaan dari laba yang dihasilkan.
Di sisi lain, saham juga termasuk instrumen dengan tingkat risiko yang relatif tinggi. Harga saham dapat berfluktuasi akibat perubahan kondisi perusahaan, sentimen pasar, maupun faktor ekonomi makro.
- Deposito
Deposito merupakan produk tabungan berjangka dengan bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa. Jenis instrumen investasi ini memungkinkan investor menyimpan dana dengan aman dan risiko rendah. Namun, tingkat likuiditasnya cukup rendah karena dana tidak bisa ditarik sewaktu-waktu tanpa penalti.
- Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Instrumen ini cocok dijadikan passive income karena pendapatannya relatif stabil.
Investor akan mendapatkan imbal hasil berupa kupon secara berkala. Namun, risiko gagal bayar tetap ada apabila penerbit obligasi tidak mampu memenuhi kewajiban.
- Reksa dana
Reksa dana dapat dijadikan pilihan praktis untuk pemula karena modal investor akan dikelola langsung oleh manajer investasi profesional. Reksa dana pasar uang cocok untuk kebutuhan jangka pendek dengan likuiditas tinggi, sedangkan reksa dana saham menawarkan potensi pertumbuhan modal jangka panjang.
- Properti
Properti merupakan jenis instrumen investasi fisik seperti tanah, rumah, atau apartemen. Jenis investasi ini menawarkan keuntungan jangka panjang dari apresiasi nilai aset.
Nilainya stabil dan cenderung meningkat seiring meningkatnya permintaan di pasar. Namun, investor memerlukan dana yang besar dan kurang ideal bagi investor pemula.
- Valuta asing (valas)
Investasi valas memungkinkan investor menyimpan atau memperdagangkan mata uang negara lain. Keuntungannya bisa didapatkan dari selisih nilai tukar (kurs). Instrumen ini dapat dijadikan alternatif diversifikasi dan melindungi nilai aset dari risiko inflasi maupun pelemahan mata uang lokal.
- Cryptocurrency
Cryptocurrency merupakan aset digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Asetnya dapat berupa Bitcoin, Ethereum, dan lain sebagainya.
Instrumen ini menawarkan keuntungan besar sebanding dengan risikonya. Karena itu, cryptocurrency cocok untuk investor berpengalaman dengan toleransi risiko tinggi.
Keuntungan investasi
Investasi bukan sekadar aktivitas menempatkan dana pada suatu aset, tetapi juga bagian penting dari perencanaan keuangan. Oleh karena itu, memahami manfaat investasi menjadi langkah awal sebelum menentukan instrumen yang sesuai.
Berikut beberapa keuntungan investasi yang perlu diketahui.
- Mencapai berbagai tujuan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti menyiapkan dana pendidikan atau membangun dana darurat.
- Meningkatkan nilai aset yang dimiliki, sehinggan tidak hanya mengendap.
- Jenis instrumen investasi sepertiobligasi, properti, dan saham dapat dijadikan pendapatan pasif untuk menciptakan sumber keuangan yang stabil.
- Membantu menjaga nilai aset dari dampak inflasi.
- Membantu mendiversifikasi aset sehingga risiko kerugian tidak terpusat pada satu instrumen investasi.
Risiko investasi
Tidak ada instrumen investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Setiap jenis instrumen investasi memiliki potensi keuntungan dan risiko yang perlu dipahami sebelum kamu menempatkan dana.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih bijak. Berikut beberapa risiko investasi yang harus diketahui.
- Risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko penurunan nilai investasi akibat perubahan kondisi pasar. Instrumen seperti saham dan reksa dana dapat mengalami kenaikan atau penurunan nilai dalam waktu singkat, sehingga investor perlu siap menghadapi fluktuasi harga.
- Risiko gagal bayar
Risiko gagal bayar adalah risiko ketika pihak penerbit investasi tidak mampu memenuhi kewajibannya, seperti membayar bunga atau mengembalikan pokok investasi sesuai perjanjian. Risiko ini umumnya terdapat pada instrumen obligasi dan surat utang lainnya.
- Risiko inflasi
Risiko inflasi terjadi ketika kenaikan harga barang dan jasa mengurangi nilai riil keuntungan investasi. Jika tingkat imbal hasil lebih rendah daripada inflasi, daya beli uang dapat menurun seiring waktu.
- Tingkat likuiditas rendah
Risiko likuiditas merupakan risiko ketika investasi sulit dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu cepat. Instrumen seperti deposito dan properti umumnya memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah sehingga kurang cocok untuk kebutuhan dana darurat.
- Risiko politik
Risiko politik adalah risiko yang muncul akibat perubahan kebijakan pemerintah, peraturan, atau kondisi politik. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kinerja investasi dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Tips memilih instrumen investasi yang tepat
Sudah tahu jenis instrumen investasi, kan? Kini, saatnya Anda memilih instrumen yang tepat.
Berikut tips yang dapat Anda ikuti saat memilih instrumen investasi.
- Tentukan tujuan keuangan dengan jelas, seperti dana darurat, membeli rumah, pendidikan anak, atau dana pensiun.
- Pahami profil risiko atau toleransi Anda terhadap penurunan aset, mulai dari profil konservatif, moderat, atau agresif.
- Pelajari setiap instrumen secara mendalam untuk mengetahui bagaimana cara kerja, potensi keuangan, likuiditas, dan risiko yang mungkin terjadi.
- Sebelum membeli produk, pastikan perusahaan atau platform penjualannya terdaftar di lembaga resmi.
- Lakukan diversifikasi ke beberapa jenis aset guna mitigasi risiko kerugian.
Demikian penjelasan mengenai jenis instrumen investasi. Semoga informasi ini bermanfaat!
FAQ seputar jenis instrumen investasi
| Apa instrumen investasi yang paling cocok untuk pemula? | Instrumen dengan minim risiko dan tidak memerlukan pemantauan pasar yang rumit disarankan untuk pemula, seperti reksa dana, emas, dan deposito. |
| Apa saja instrumen pasar modal? | Instrumen pasar modal meliputi saham, obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), Surat Berharga Negara (SBN), Dana Investasi Real Estat (DIRE), serta berbagai instrumen derivatif. |
| Investasi ada 3 apa saja? | Secara umum, investasi dapat dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu investasi aset riil, investasi pasar modal, dan investasi pasar uang. |

















