Jakarta, FORTUNE - Bitcoin diperkirakan menghadapi tantangan baru yang dinilai lebih fundamental dibandingkan tekanan jual dari perusahaan pemegang aset kripto. Menurut JPMorgan, ancaman jangka panjang justru berasal dari semakin masifnya pemanfaatan blockchain privat oleh institusi keuangan.
Dalam laporan terbaru yang dikutip dari CoinMarketCap, analis JPMorgan menyebut perhatian pasar belakangan lebih banyak tertuju pada potensi penjualan Bitcoin oleh perusahaan seperti Strategy—sebelumnya bernama MicroStrategy.
Meski demikian, bank investasi tersebut menilai aksi pelepasan aset oleh satu perusahaan bukanlah faktor yang paling menentukan bagi masa depan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu. Sebaliknya, pergeseran arus modal institusional dan aktivitas transaksi ke jaringan blockchain privat dinilai berpotensi memberikan dampak yang lebih signifikan dalam jangka panjang.
Blockchain privat umumnya dikembangkan oleh perbankan maupun konsorsium perusahaan jasa keuangan. Teknologi ini menawarkan berbagai keunggulan blockchain, seperti transparansi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menjalankan transaksi yang dapat diprogram. Berbeda dengan blockchain publik seperti Bitcoin, jaringan privat memungkinkan pengelola menentukan siapa saja yang berhak mengakses sistem. Tingkat kendali tersebut menjadi nilai tambah bagi institusi yang mengutamakan keamanan dan kepatuhan.
Selain itu, penggunaan blockchain privat dinilai mampu mengurangi paparan terhadap fluktuasi harga aset kripto, ketidakpastian regulasi, serta karakter terbuka yang melekat pada blockchain publik tanpa izin (permissionless).
JPMorgan juga memperkirakan pemanfaatan infrastruktur blockchain yang dibangun lembaga keuangan akan terus bertambah seiring percepatan digitalisasi industri keuangan. Jika semakin banyak institusi mengandalkan jaringan blockchain milik sendiri, kebutuhan terhadap blockchain publik sebagai sarana penyelesaian transaksi yang terbuka dan terdesentralisasi diperkirakan akan berkurang.
Kondisi tersebut dipandang sebagai risiko struktural bagi Bitcoin dalam jangka panjang. Selama ini, Bitcoin dikenal sebagai jaringan penyelesaian transaksi global yang bersifat terbuka, netral, dan tidak berada di bawah kendali satu lembaga.
