Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Jumlah Calon Emiten di Antrean IPO Saham Turun dari 15 ke 12, Mengapa?

Jumlah Calon Emiten di Antrean IPO Saham Turun dari 15 ke 12, Mengapa?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
Intinya Sih
  • Jumlah calon emiten di pipeline IPO BEI turun dari 15 menjadi 12 per 5 Juni 2026 karena revisi laporan keuangan, kelengkapan dokumen, dan proses persetujuan yang belum selesai.
  • Dari 12 calon emiten tersebut, terdapat 8 perusahaan beraset besar dan 4 beraset kecil dengan sektor dominan consumer cyclicals serta kesehatan.
  • Hingga kini baru satu emiten baru tercatat di bursa tahun 2026, sementara tiga perusahaan lain dijadwalkan melantai pada akhir Juni atau awal Juli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Jumlah calon emiten yang mengantre giliran pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berkurang menjadi 12 per 5 Juni 2026, dari 15 calon emiten di pipeline pencatatan saham pada 22 Mei 2026.

Mengapa jumlahnya menurun? Apa itu karena ada calon emiten yang mundur dari rencana mendebutkan saham di bursa?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan, penurunan jumlah calon emiten itu disebabkan beberapa hal. "Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan yang terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, dan ada yang belum disetujui," ujarnya kepada pers, Senin (8/6).

Sebagai konteks, hingga 5 Juni, ke-12 calon emiten terdiri dari 8 perusahaan dengan aset berskala besar (di atas Rp250 miliar) dan 4 perusahaan dengan aset berskala kecil (di bawah Rp50 miliar). Jumlah calon perusahaan dengan aset skala besar menurun dari 11 perusahaan pada 22 Mei 2026.

Berdasarkan sektor, 3 perusahaan berasal dari sektor consumer cyclicals; 3 perusahaan sektor kesehatan; 2 perusahaan sektor consumer non-cyclicals; 2 perusahaan sektor infrastruktur; serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor keuangan dan teknologi.

Jika dibandingkan dengan data per 22 Mei, terdapat 3 calon emiten yang hilang dari pipeline, masing-masing berasal dari sektor energi, kesehatan, dan teknologi.

Sepanjang 2026 sendiri, hanya ada 1 emiten baru yang mencatatkan sahamnya di bursa, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), yang melantai pada 10 April 2026.

Pertanyaan selanjutnya, kapan akan ada IPO saham emiten baru lagi tahun ini? Nyoman mengatakan, saat ini terdapat 1 perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang telah mengantongi persetujuan prinsip bursa. Ada pula 2 perusahaan bidang kesehatan yang berpotensi mendapatkan persetujuan prinsip bursa pada Juni ini.

"Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026," katanya kepada media.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More