Jakarta, FORTUNE - PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan laba senilai US$10,78 juta pada semester-I 2026, melesat 902,5 persen dari US$1,07 juta pada periode yang sama di 2025.
Kenaikan laba bersih tersebut dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan sekitar 59 persen (YoY) dari US$340,94 juta menjadi US$543,98 juta.
Secara detail, pendapatan Petrosea berasal dari segmen penambangan (US$300,43 juta); konstruksi dan rekayasa (US$196,56 juta); EPCI-minyak bumi dan gas lepas pantai (US$28,21 juta); jasa (US$17,82 juta); dan segmen lain senilai US$944.000.
Sejalan dengan itu, PTRO pun melaporkan peningkatan di beberapa pos beban. Beban usaha perseroan melonjak dari US$292,64 juta menjadi US$496,96 juta. Beban penjualan dan administrasi tumbuh menjadi US$20,07 juta dari sebelumnya US$15,41 juta. Begitu juga dengan beban bunga dan keuangan yang naik menjadi US$33,43 juta dari sebelumnya US$20,78 juta. Beban pajak final juga meningkat ke US$5,36 juta.
Di sisi lain, penghasilan bunga PTRO menurun dari US$1,67 juta menjadi US$1,09 juta.
Laba kotor PTRO pun terkoreksi menjadi US$47,03 juta, dari sebelumnya US$48,3 juta.
Kendati begitu, keuntungan dan kerugian lain-lain PTRO berbalik arah dari rugi US$3,36 juta pada semester-I 2025, menjadi keuntungan US$15,03 juta pada periode yang sama tahun ini. Laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan pun menurun dari US$7,85 juta menjadi US$4,27 juta.
Dikurangi beban pajak penghasilan senilai US$2,72 juta, laba periode yang berjalan dari operasi yang dilanjutkan PTRO mencapai US$1,55 juta, lebih rendah dari periode yang sama di 2025, yakni US$4,13 juta.
Akan tetapi, PTRO mencatatkan laba senilai US$7,62 juta dari operasi yang dihentikan. Itu berbanding terbalik dengan kerugian senilai US$2,84 juta pada pos tersebut di enam bulan pertama 2025.
Dari segi neraca, perseroan membukukan aset sejumlah US$1,52 miliar per akhir Juni 2026, turun dari US$1,58 miliar pada akhir Desember 2025. Liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing mencapai US$1,2 miliar dan US$321,28 juta.
