Comscore Tracker
MARKET

Sempat Menuju Rekor Tertinggi, Ini Prospek IHSG Sampai Akhir 2021

IHSG diperkirakan masih akan memuaskan hingga akhir tahun.

Sempat Menuju Rekor Tertinggi, Ini Prospek IHSG Sampai Akhir 2021Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Meski cenderung melemah setelah mencetak rekor tertinggi, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melaju positif hingga akhir tahun. Sejumlah sentimen pemulihan ekonomi dalam negeri diperkirakan menjadi pemicu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (12/11) ditutup melemah 0,60 persen menjadi 6.651,05. Padahal, sehari sebelumnya IHSG sempat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 6.691,34.

Posisi IHSG itu juga sudah melampaui era sebelum pandemi COVID-19. Bahkan, lebih tinggi dari posisi Februari 2018 pada 6.619.

Secara persentase, posisi IHSG pada akhir pekan ini telah meningkat 14,01 persen dalam enam bulan terakhir. IHSG secara tahunan (year-on-year) juga melaju 21,79 persen dari 5.461,06.

Sentimen harga komoditas dan laporan keuangan

Direktur Equator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kinerja IHSG terutama dipengaruhi tren kenaikan harga komoditas. Menurutnya, para investor, terutama dari mancanegara, melihat pasar saham Indonesia diuntungkan dengan tren tersebut.

Para pelaku pasar juga terdorong oleh sentimen musim laporan keuangan. Menurutnya, tak sedikit korporasi di dalam negeri yang kinerjanya membaik dengan mencatatkan kenaikan laba.

Kedua perkara itu, menurut Hans, mendominasi meski pada saat sama ada kekhawatiran terhadap risiko inflasi global. Itu juga belum termasuk kabar kebijakan tapering off dari bank sentral Amerika Serikat.

“Nah ini menyebabkan pasar kita menguat dan membentuk all-time-high. Biar pun memang sekarang kita menghadapi sedikit kendala karena ada peluang profit taking di pasar,” kata Hans kepada Fortune Indonesia.

Proyeksi

Hans mengatakan, IHSG saat ini juga berhasil menembus posisi resisten 6.700. Dus, ia memperkirakan sampai akhir tahun ini IHSG bisa ditutup di kisaran 6.600 sampai 6.800.

Kelak pada 2022, lanjut Hans, IHSG kemungkinan akan sedikit tertekan seiring melambatnya kenaikan harga komoditas. Kebijakan tapering off juga digadang-gadang akan terjadi mulai tahun depan.

“Pada tahun depan mungkin market agak koreksi dahulu di tengah tahun,” katanya. “Volatilitas akan tinggi di kuartal kedua dan ketiga.”

Related Articles