Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bisa menguat lagi pada perdagangan Kamis (6/8), setelah ditutup naik 0,5 persen ke level 6.351 kemarin.
Penguatan IHSG kemarin didorong oleh rilis PDB Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29 persen (YoY), melampaui konsensus pasar sebesar 5,12 persen (YoY). Sentimen positif tersebut meningkatkan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, didukung penguatan rupiah ke Rp17.930 per dolar Amerika Serikat, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, serta berlanjutnya earning season Semester I-2026 yang masih menunjukkan kinerja solid.
"Pasar selanjutnya akan mencermati kelanjutan musim laporan keuangan semester I-2026 sebagai katalis utama pergerakan IHSG, serta perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar emerging markets," kata Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda dalam risetnya.
Secara teknikal, IHSG masih menjaga tren penguatan selama bertahan di atas support terdekat 6.269. Indeks kini menguji resistance psikologis 6.400, yang menjadi level krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Reza menilai, apabila mampu breakout dan bertahan di atas 6.400, hal tersebut berpotensi menjadi babak baru penguatan IHSG dengan membuka ruang kenaikan menuju area 6.500.
"Momentum ini didukung oleh MACD yang masih bergerak positif serta harga yang tetap berada di atas MA20," catatnya.
Daftar saham pilihannya hari ini adalah PTRO, BNBR, dan GTSI.
Phintraco Sekuritas menambahkan, sentimen lainnya adalah keputusan pemerintah menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace, yang sebelumnya direncanakan berlaku efektif pada Agustus 2026.
Selain itu, data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026 dari 4.68% pada Februari 2026 (5/8). Penurunan tersebut membuat tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak tahun 1994, menurut data BPS (5/8).
Tingkat kemiskinan juga turun ke posisi terendah sejak tahun 1999 di level 8,07 persen pada Maret 2026 dari 8,25 persen pada September 2025 (5/8). Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang pada Maret 2026, berkurang 430.000 orang dari 23,36 juta orang pada September 2025.
"Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400," catat tim riset Phintraco Sekuritas.
Saham-saham pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini adalah ANTM, BRMS, BUMI, KLBF, ENRG, dan PSAB.
