Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pendiri Binance Geser Bill Gates di Daftar Orang Terkaya di Dunia
Changpeng Zhao (instagram/Binance)
  • Changpeng Zhao, pendiri Binance, menyalip Bill Gates di daftar miliarder real-time Forbes dengan kekayaan sekitar US$107,7 miliar, didorong oleh kepemilikan saham besar dan aset kripto BNB.
  • Sebagian besar kekayaan Zhao berasal dari 90 persen sahamnya di Binance dan portofolio token BNB, sementara estimasi Forbes menuai kritik karena dianggap tidak akurat oleh Zhao sendiri.
  • Zhao tetap menjadi pemegang saham utama Binance meski sempat mundur sebagai CEO dan menjalani hukuman empat bulan penjara terkait kasus AML, menunjukkan pengaruh besarnya di industri kripto global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali mengungguli pendiri Microsoft Bill Gates dalam daftar miliarder real-time versi Forbes. Pengusaha yang membangun salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia itu kini menempati jajaran orang terkaya dunia berkat nilai kepemilikan saham di Binance dan portofolio aset digitalnya.

Mengutip CoinMarketCap, Forbes menempatkan Zhao di peringkat ke-18 dengan estimasi kekayaan mencapai US$107,7 miliar. Sementara itu, Bill Gates berada satu tingkat di bawahnya, yakni posisi ke-19, dengan total kekayaan sekitar US$105,9 miliar.

Selisih kekayaan keduanya tercatat kurang dari US$2 miliar. Keduanya berada di tengah dominasi para miliarder dunia yang memperoleh kekayaan dari sektor teknologi, ritel, barang mewah, hingga industri.

Sebagian besar kekayaan Zhao berasal dari Binance, perusahaan bursa aset kripto yang didirikannya pada 2017. Meski tidak lagi menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), Zhao masih menguasai sekitar 90 persen saham perusahaan tersebut.

Selain kepemilikan di Binance, Zhao juga memiliki portofolio token BNB yang merupakan aset kripto dalam ekosistem Binance. Nilai kedua aset tersebut menjadi penopang utama kekayaannya.

Sebelumnya, dalam daftar miliarder tahunan Forbes 2026 yang dirilis pada Maret lalu, Zhao juga berada di atas Bill Gates. Saat itu kekayaannya diperkirakan mendekati US$110 miliar atau melonjak sekitar US$47 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pulihnya valuasi Binance di pasar privat.

Berbeda dengan Microsoft, Tesla, Amazon, maupun Meta yang merupakan perusahaan publik, Binance masih berstatus perusahaan tertutup sehingga tidak mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka.

Akibatnya, estimasi kekayaan Zhao sangat bergantung pada valuasi Binance di pasar privat, besaran kepemilikan saham, serta pergerakan harga aset kripto yang dimilikinya. Kondisi tersebut membuat nilai kekayaannya cenderung lebih fluktuatif dibandingkan para miliarder yang aset utamanya berasal dari perusahaan tercatat di bursa.

Belum lama ini, token BNB diperdagangkan di kisaran US$553 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$75 miliar berdasarkan data CoinGecko. Meski masih menjadi salah satu aset kripto terbesar di dunia, nilainya belum kembali ke level tertinggi yang pernah dicapai.

Dari mana sumber kekayaan Zhao?

Zhao sendiri sempat mempertanyakan estimasi kekayaan yang dirilis Forbes pada Maret lalu. "Tidak akurat," tulis Zhao melalui akun X miliknya.

Ia juga menyebut daftar orang terkaya tersebut sebagai "guess a number lists" atau "daftar yang hanya menebak-nebak angka."

Menurut Zhao, ketika harga aset kripto sedang mengalami penurunan tajam, Forbes justru mencatat nilai kekayaannya meningkat. Ia menilai perhitungan tersebut didasarkan pada sejumlah asumsi, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi keuangan pribadinya.

Melansir CryptoPotato, Forbes menjelaskan perhitungan kekayaan. Sebagian besar estimasi kekayaan Changpeng Zhao diyakini berasal dari kepemilikan sahamnya di Binance. Berdasarkan data Forbes, Zhao masih menguasai sekitar 90 persen saham bursa aset kripto tersebut. Dengan mempertimbangkan valuasi perusahaan, kepemilikan itu menjadi penyumbang terbesar terhadap total kekayaannya.

Selain kepemilikan saham di Binance, Zhao juga diyakini memiliki aset dalam jumlah besar berupa token BNB yang merupakan bagian dari ekosistem Binance. Sebelumnya, Zhao pernah mengungkapkan bahwa sekitar 98,5 persen portofolio aset kriptonya terdiri atas BNB, sedangkan hanya sekitar 1,3 persen yang berbentuk Bitcoin (BTC). Meski demikian, jumlah pasti kepemilikan aset tersebut tidak pernah diungkapkan kepada publik.

Sementara itu, metode perhitungan kekayaan Bill Gates berbeda. Forbes menyebut sebagian besar kekayaan pendiri Microsoft tersebut selama ini berasal dari kepemilikan sahamnya di Microsoft. Namun, porsi kepemilikan Gates di perusahaan itu kini telah menyusut menjadi kurang dari 1 persen setelah bertahun-tahun melakukan donasi dan melakukan diversifikasi aset.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gates telah menyumbangkan lebih dari US$59 miliar kepada lembaga perwalian yang mendanai Gates Foundation. Menurut Forbes, aksi filantropi tersebut turut mengurangi total kekayaannya sehingga posisi Gates dalam daftar orang terkaya dunia juga mengalami penurunan.

Terlepas dari perdebatan mengenai metode penghitungan, posisi Zhao di daftar miliarder menunjukkan besarnya valuasi Binance dalam industri aset digital global. Bursa tersebut masih menjadi salah satu platform perdagangan kripto terbesar di dunia, sementara token BNB terus menjadi perhatian investor, termasuk setelah muncul pengajuan perubahan dokumen untuk produk ETF berbasis BNB.

Kenaikan posisi Zhao juga terjadi setelah ia menyelesaikan salah satu perkara hukum terbesar yang pernah dihadapi industri kripto.

Pada 2023, Zhao mengundurkan diri dari jabatan CEO Binance setelah mengakui kesalahan karena gagal menerapkan program pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML) secara efektif. Dalam perkara yang sama, Binance juga mengaku bersalah dan menyepakati penyelesaian hukum dengan otoritas Amerika Serikat senilai miliaran dolar AS.

Setahun kemudian, Zhao dijatuhi hukuman penjara selama empat bulan. Meski demikian, ia tetap menjadi pemegang saham terbesar Binance sehingga kepemilikannya di perusahaan tersebut masih menjadi sumber utama kekayaannya. Hingga kini, Zhao juga masih aktif menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan industri aset digital.

Editorial Team

Related Article