PACK menyiapkan dua skema transaksi untuk mengambil alih Bumanik dan Denway. Akuisisi Bumanik akan dilakukan melalui dua anak usaha, yakni PT Daya Unggul Raya (DUR) dan PT Gemilang Padma Raya (GPR), dengan nilai transaksi 79 juta dolar AS atau sekitar Rp1,39 triliun.
Sementara itu, PACK akan membeli seluruh saham Denway dari Hanking (Indonesia) Mining Limited senilai 324 juta dolar AS atau sekitar Rp5,74 triliun. Pembelian DDL tergolong transaksi material dan afiliasi karena adanya kesamaan pengendali akhir.
Untuk mendanai pembelian DDL, melunasi pinjaman, dan memenuhi kebutuhan modal kerja, PACK merencanakan penerbitan maksimal 100 miliar saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Nilai dana yang ditargetkan mencapai 463 juta dolar AS atau sekitar Rp8,19 triliun.
Pemegang saham pengendali PACK, PT Eco Energi Perkasa, berkomitmen menggunakan haknya dalam aksi korporasi tersebut sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga. Perusahaan menyiapkan dana maksimal 418 juta dolar AS atau sekitar Rp7,39 triliun untuk menyerap saham baru yang tidak diambil pemegang saham lainnya.
Seluruh rencana tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026.
Adapun struktur kepemilikan PACK terdiri atas PT Eco Energi Perkasa sebesar 38,51 persen dan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam, sebesar 20,05 persen. Sementara itu, pemegang saham lainnya dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5 persen menguasai 41,44 persen saham perseroan.
PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama bergerak di bidang apa? | Bumanik bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan bijih nikel sejak 2006. Kawasan operasional di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. |
Apa itu Denway Development Limited? | Denway adalah perusahaan induk berbadan hukum asing yang ada di Hong Kong. Perusahaan ini mengelola aset pertambangan nikel di Indonesia lewat anak usahanya. |
Kenapa PACK akuisisi Bumanik dan Denway? | Aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memperluas portofolio dan memperkuat posisi di sektor pertambangan nikel. |
Bagaimana PACK mendanai akuisisi kedua perusahaan nikel tersebut? | PACK menggelar aksi right issue mencapai 463 juta dolar AS atau Rp8,19 triliun untuk mendanai rencana akuisisi tersebut. |