Jakarta, FORTUNE — Emiten unit bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), akan mencatatkan saham secara perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan membidik total dana sekitar Rp45,22 miliar.
Melalui IPO, SWAP akan menawarkan maksimal 323 juta unit saham atau maksimal 30,3 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Harga penawaran awalnya adalah Rp130 sampai dengan Rp140 per saham. Nilai nominalnya Rp20 per saham.
Sekitar Rp15,8 miliar dana hasil IPO akan perseroan gunakan sebagai modal kerja. "Yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk," demikian dikutip dari prospektus IPO SWAP, Senin (24/8).
Secara detail, berikut ini alomasi modal kerja perseroan yang didukung dana IPO tersebur:
Sekitar Rp5 miliar untuk pembelian bahan baku berupa elektromedis dan non-elektromedis.
Sekitar Rp2,3 miliar untuk pembelian peralatan penunjang produksi.
Sekitar Rp4,6 miliar untuk operasional perseroan.
Sekitar Rp500 juta untuk aktivitas peningkatan sumber daya manusia mencakup pelatihan SDM serta penambahan jumlah SDM untuk produk baru dan pengembangan kapasitas.
Sekitar Rp400 juta untuk sistem informasi berupa sistem ERP.
Sekitar 2 miliar untuk peningkatan pemasaran produk dan jejaring.
Sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan portofolio produk, yaitu stent jantung, EVD, dan ventilator neonatal.
Sementara itu, sekitar Rp12,2 miliar akan SWAP gunakan sebagai belanja modal, dengan perincian sebagai berikut:
Sekitar Rp10,7 miliar untuk pembangunan gedung baru di Bayen, Purwomartani, Kalasan. Ini akan dimulai pada kuartal-II 2027, dengan target rampung pada kuartal-III 2028.
Sekitar Rp500 juta digunakan untuk pembelian aset.
Rp1 miliar untuk pembelian kendaraan logistik.
Sisa dana IPO, yakni senilai Rp12 miliar, akan perseroan pakai untuk pembayaran utang.
Masa penawaran awal SWAP berlangsung mulai 24–27 Agustus 2026. Pencatatan saham akan dilakukan pada 10 September 2026.
