Comscore Tracker
MARKET

Pengertian Market Cap dan Cara Menghitungnya

Pahami yuk!

Pengertian Market Cap dan Cara MenghitungnyaIlustrasi Kapitalisasi Pasar. (Pixabay/Gerd Altmann)

by Tubagus Imam Satrio

Ada yang tahu pengertian market cap itu apa? Ini merupakan ukuran yang didasarkan pada nilai agregat perusahaan. Market cap atau kapitalisasi pasar sangat bermanfaat bagi para investor untuk mengukur kualitas suatu badan usaha.

Kategorisasi market cap itu apa saja?

Dari penjelasan di atas sudah paham kan pengertian market cap. Bursa Efek Indonesia saat ini telah melakukan kategorisasi kapitalisasi pasar menjadi saham lapis 1,2 dan 3. Pasti masih bingung, ya? Agar lebih memahami itu semua, simak penjelasan berikut.

1. Lapis Satu (blue chip)

Saham jenis ini berasal dari perusahaan yang kondisi keuangannya prima/baik dan sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Kinerja dari blue chip ini dapat mempengaruhi keseluruhan IHSG.

Untuk kapitalisasi pasar saham yang masuk ke blue chip, nilainya harus di atas Rp 10 triliun. Ada beberapa faktor yang bisa digunakan sebagai kriteria emiten untuk masuk dalam perhitungan indeks LG G4. Salah satu pertimbangannya yaitu telah tercatat di Bursa Efek Indonesia minimal 3 bulan.

2. Saham Lapis Dua (Middle Cap)

Middle cap memiliki kapitalis pasar antara Rp1 - 10 triliun. Walaupun tidak sebesar blue chip, jenis-jenis saham yang termasuk kategori ini memiliki fundamental yang baik. Perusahaan lapis dua memiliki pergerakan yang lebih agresif.

Middle cap cenderung lebih stabil sehingga dapat dikategorikan sebagai saham perusahaan yang masih berkembang. Beberapa contoh saham lapis dua, yaitu PT Japfa Comfeed TBK (JPF) dan Bank Bukopin.

3. Saham Small Cap ( Lapis Tiga)

Small cap merupakan jenis saham dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp1 triliun yang pergerakannya lebih bergejolak atau volatile. Hal ini disebabkan karena harganya cenderung murah sehingga mudah dimainkan oleh spekulan.

Walaupun tetap berpotensi masuk dalam portofolio investasi, namun seorang investor perlu berhati-hati dan melakukan analisis terlebih dahulu akan saham jenis ini agar tidak terjebak oleh harga gorengan. Salah satu perusahaan yang termasuk saham small cap yaitu Alfa Energi Investama.

Perusahaan dengan market cap terbesar di dunia

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin hanya mengetahui Bank Central Asia sebagai market cap terbesar. Sebenarnya di dunia masih ada banyak perusahaan raksasa yang dimiliki oleh orang-orang terkaya. Lalu apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

1. Microsoft

Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini telah menjadi bintang dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatkan fokus dalam bidang pembuatan sistem operasi dan perangkat lunak. Tidak heran jika produknya sudah terkenal dalam ranah Internasional.

Perusahaan teknologi raksasa terbesar di dunia ini memiliki kapitalisasi pasar 1.359 miliar dolar Amerika Serikat atau jika dirupiahkan sekitar Rp19,2 ribu triliun. Pada 2021, saham Microsoft sempat melonjak hingga 50%.

2. Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco)

Arab memang dikenal dengan kekayaan migas dan hasil buminya. Oleh karena itu tidak heran jika negara ini memiliki perusahaan Saudi Arabian Oil Company dengan kapitalisasi pasar 1.684,8 miliar dolar Amerika atau setara Rp23,8 ribu triliun.

Aramco merupakan jenis perusahaan multinasional yang telah beroperasi di beberapa negara. Kapitalisasi perusahaan yang tinggi ini juga disebabkan oleh IPO yang dilakukannya pada akhir 2019 yang berhasil menjual sebanyak tiga miliar saham seharga 32 riyal per lembarnya.

3. Amazon

Saham Amazon sempat mengalami ketidakstabilan pada 2021 menyusul pergulatannya dengan pertumbuhan penjualan yang lambat karena masalah rantai pasokan membatasi ketersediaan beberapa item.

Namun, Amazon masih dapat melaporkan pendapatannya yang sebesar USD110,8 miliar pada kuartal terakhir. Perlu diketahui, nilai kapitalisasi perusahaan tersebut membesar sejak IPO pada 1997 dengan harga 18 dolar Amerika Serikat per lembar saham.

4. Alphabet Google

Perusahaan terbesar di dunia ini memiliki kapitalisasi pasar 919,3 miliar dolar Amerika Serikat atau jika dirupiahkan senilai Rp12,9 ribu triliun. Sejak 2004, Google yang merupakan bagian dari alphabet telah mengalami pertumbuhan signifikan.

Kinerja saham pada perusahaan ini didukung oleh ketergantungan konsumen pada produk dan layanan digital Google selama pandemi. Perusahaan ini pernah dinobatkan sebagai saham big tech oleh CNBC.

5. Apple

Perusahaan yang terkenal dengan produk gadget terlaris di dunia ini memiliki kapitalisasi 1.258,5 miliar dolar Amerika Serikat atau menyentuh angka hingga Rp18,2 ribu triliun.

Pada 2020 pendapatan yang dibukukannya mencapai 273,9 miliar dolar Amerika Serikat. Dengan laba bersih 58,4 miliar dolar, Apple akan tetap menjadi perusahaan dengan nilai terbesar di dunia.

6. Tesla

Pada 2020 saham perusahaan Tesla dapat tumbuh lebih dari 5 kali lipat dan menjadi salah satu nama terpanas di Wall Street. Hal tersebut membuat CEO Elon Musk menjadi orang terkaya dunia.

Saham Tesla tumbuh hingga 46% pada 2021 dan telah melewati kapitalisasi pasar USD1 triliun untuk pertama kalinya. Kondisi tersebut membuat perusahaan ini mampu melampaui Toyota.

Cara menghitung market cap

Perhitungan market cap dapat dilakukan dengan cara mengalikan jumlah saham yang dimiliki dengan harga pasar. Contohnya, sebuah perusahaan memiliki saham beredar 200 juta dan harga per lembarnya Rp1.600. 

Maka kapitalisasi pasarnya adalah 200 juta x Rp1.600= Rp320.000.000. Perlu diingat, market cap sebuah perusahaan merupakan nilai yang terus berubah dari waktu ke waktu walaupun tidak terlalu sering.

Kapitalisasi pasar juga akan mempengaruhi naik turunnya saham perusahaan. Apabila tiba-tiba ada sentimen negatif dari pasar, harganya dapat menjadi anjlok. Bagaimana, tidak sulit, kan, cara menghitungnya?

Dengan mengetahui kapitalisasi pasar investor dapat membangun portofolio yang baik sehingga risiko kegagalan dapat ditekan. Demikianlah pembahasan tentang pengertian market cap dan perusahaan raksasa di dunia.

Related Articles