MAMI Rampungkan Akuisisi Schroders, Dana Kelolaan Tembus Rp177 Triliun

MAMI resmi menyelesaikan akuisisi Schroders Indonesia setelah beroleh persetujuan OJK.
Gabungan MAMI dan Schroders kini mengelola dana sekitar Rp177 triliun dengan lebih dari 2,5 juta nasabah.
Selama masa integrasi, kedua perusahaan akan beroperasi paralel sambil menyelaraskan struktur dan layanan secara bertahap.
Jakarta, FORTUNE– Manulife Wealth & Asset Management melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyelesaikan proses akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders). Proses ini rampung setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hasil bergabungnya kedua entitas ini menciptakan raksasa perusahaan manajer investasi. Pasalnya, hingga akhir 2025, MAMI telah mengelola dana senilai Rp124,3 triliun dan Schroders lebih dari Rp53 triliun. Dengan demikian, total pengelolaan dana entitas hasil gabungan ini bisa mencapai Rp177 triliun.
“Dengan menggabungkan kapabilitas dua manajer investasi terkemuka, kami membangun platform yang lebih kuat dan siap menghadapi masa depan dengan skala yang lebih besar, kapasitas inovasi yang lebih tinggi, serta wawasan global untuk memperluas rangkaian solusi,” kata Fabio Fontainha, Chief Executive Officer, Wealth and Asset Management, Asia, Manulife melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4).
Dari segi nasabah, MAMI telah melayani lebih dari 2,5 juta nasabah. Ini mencerminkan jangkauan lokal yang luas serta platform layanan keuangan yang kuat. Untuk itu, selesainya transaksi ini menandai dimulainya proses integrasi terstruktur antara MAMI dan Schroders Indonesia.
Selama periode integrasi, Manulife Wealth & Asset Management akan beroperasi di Indonesia melalui MAMI dan Schroders Indonesia secara paralel, mempertahankan struktur masing-masing sembari mengimplementasikan proses penggabungan secara bertahap.
Ia mengimbau nasabah, mitra, dan karyawan untuk tidak khawatir. Sebab, mereka akan menerima pemberitahuan secara berkala terkait branding, perubahan produk, serta penyempurnaan operasional demi memastikan kejelasan dan kesinambungan sepanjang proses transisi.
CEO & President Director, Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, menilai bergabungnya perusahaan dengan MAMI merupakan babak penting. Apalagi, selama lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia, pihaknya telah berdedikasi membangun citra tepercaya dan berfokus pada nasabah.
“Kami siap memberikan kontribusi melalui keahlian kami dalam organisasi besar dengan reputasi tinggi ini,” kata Michael.
Dengan selesainya transaksi ini, posisi kuat MAMI di pasar serta wawasan investasi globalnya, akan makin lengkap dengan keahlian investasi lokal Schroders Indonesia dan hubungan jangka panjangnya dengan mitra distribusi maupun nasabah institusi.

















