Jakarta, FORTUNE - Kenaikan harga Bitcoin ternyata tidak hanya berkaitan dengan pergerakan nilai aset kripto. Riset Federal Reserve atau The Fed menemukan bahwa reli Bitcoin dapat mendorong orang yang sebelumnya belum pernah membeli kripto untuk mulai masuk ke pasar aset digital.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penguatan harga dapat menjadi salah satu pemicu keputusan pembelian dari calon investor baru. Melansie CoinMarketCap, keyakinan terhadap aset digital serta kinerja harga dalam periode sebelumnya turut memengaruhi keputusan seseorang untuk memasuki pasar kripto.
Dengan demikian, reli Bitcoin dapat berfungsi sebagai momentum onboarding bagi investor yang sebelumnya masih berada di luar pasar aset digital.
Penelitian ini merupakan bagian dari Finance and Economics Discussion Series milik The Fed dan berkaitan dengan riset Federal Reserve Bank of Cleveland mengenai cryptocurrency dalam keuangan rumah tangga.
Salah satu kesimpulan utama penelitian tersebut adalah kenaikan imbal hasil atau return Bitcoin dapat mendorong seseorang membeli aset kripto.
Temuan ini juga menunjukkan adanya perbedaan antara investor yang sudah memiliki aset kripto dan calon investor. Investor lama kemungkinan telah memiliki keyakinan terhadap aset digital. Sementara itu, orang yang belum pernah membeli kripto dapat lebih memperhatikan kinerja harga sebelum menentukan keputusan.
Artinya, penguatan Bitcoin berpotensi mengubah posisi seseorang dari sekadar mengamati pasar menjadi ikut melakukan pembelian untuk pertama kalinya.
Bitcoin memiliki posisi khusus dalam proses tersebut karena merupakan salah satu aset kripto yang paling dikenal. Ketika pasar memasuki fase reli, perhatian publik cenderung lebih mudah tertuju pada Bitcoin dibandingkan aset digital lainnya.
Kenaikan harga dan return dapat meningkatkan perhatian terhadap aset tersebut sekaligus mengurangi keraguan sebagian calon investor. Dari sana, arus pembelian baru berpotensi masuk ke pasar.
Namun, temuan penelitian The Fed tidak berarti setiap reli Bitcoin secara otomatis akan menghasilkan lonjakan jumlah investor baru. Riset tersebut menggambarkan hubungan antara pergerakan imbal hasil dan keputusan pembelian, bukan memastikan pola yang sama akan terjadi pada setiap periode kenaikan harga.
