IHSG ditutup menguat 0,20 persen pada perdagangan Jumat (10/7) ke level 5.924,36, sehingga secara mingguan naik 0,83 persen. Kenaikan tersebut mengakhiri tren pelemahan indeks dalam dua pekan sebelumnya.
Namun, penguatan indeks belum diikuti kembalinya arus dana asing ke pasar saham. Data BEI menunjukkan investor asing masih membukukan net sell Rp1,68 triliun di pasar reguler sepanjang pekan.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, kenaikan IHSG pada akhir pekan didukung dominasi saham yang menguat. Meski demikian, nilai transaksi yang menurun dibandingkan hari sebelumnya menunjukkan pelaku pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan indeks.
Phintraco Sekuritas juga memperkirakan ruang penguatan IHSG masih terbatas. Secara teknikal, indeks memang telah bergerak di atas rata-rata pergerakan 5 dan 10 hari, tetapi masih berada di bawah MA-20.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI telah membentuk death cross, sementara histogram MACD masih berada di area positif. Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak sideways pada kisaran 5.800–6.000.
Dari sisi sentimen, investor masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, prospek harga minyak, serta sejumlah data ekonomi global.
Di dalam negeri, stabilitas indikator makro masih menjadi salah satu faktor yang dipantau pelaku pasar dalam melihat arah pergerakan saham pada pekan ini.
Saham apa yang mencatat net sell terbesar pekan lalu? | PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham dengan net sell asing terbesar senilai Rp699,48 miliar. |
Saham apa yang mencatat net buy terbesar pekan lalu? | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net buy asing terbesar senilai Rp637,97 miliar. |
Berapa net sell asing di pasar reguler selama sepekan? | Investor asing membukukan net sell Rp1,68 triliun di pasar reguler sepanjang 6–10 Juli 2026. |