Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saham Konglo Apa Saja? Ini Daftar Emiten dan Grup Bisnisnya
ilustrasi saham (pexels.com/Alphatradezone)
  • Beberapa grup konglomerasi besar di BEI antara lain Grup Djarum, Salim, Sinar Mas, Barito Pacific, Astra, Lippo, dan CT.

  • Saham konglo adalah saham perusahaan yang berada dalam grup konglomerasi dengan bisnis di berbagai sektor.

  • Investor perlu tetap menganalisis fundamental, aksi korporasi, dan struktur bisnis sebelum berinvestasi pada saham konglomerasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saham konglo adalah istilah yang merujuk pada saham perusahaan yang berada dalam ekosistem grup konglomerasi besar. Istilah "konglo" merupakan bentuk populer dari kata "konglomerat".

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham konglomerasi biasanya banyak menarik perhatian investor. Lantas, apa saja saham konglo yang tercatat di BEI? Simak selengkapnya!

Saham konglo apa saja?

1. Grup Djarum

Grup Djarum milik keluarga Hartono memiliki bisnis di sektor perbankan, perdagangan digital, ritel, dan infrastruktur telekomunikasi. Berikut sejumlah saham yang dikendalikan atau terafiliasi dengan Grup Djarum:

  • Bank Central Asia Tbk (BBCA)

  • Global Digital Niaga Tbk (BELI)

  • Remala Abadi Tbk (DATA)

  • Supra Boga Lestari Tbk (RANC)

  • Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)

  • Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Selain itu, keluarga Hartono memiliki investasi di Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). RANC sendiri merupakan anak usaha BELI yang mengoperasikan jaringan Ranch Market. Sementara itu, DATA terafiliasi melalui PT iForte Solusi Infotek dalam ekosistem TOWR.

2. Grup Salim

Grup milik Anthoni Salim memiliki bisnis di sektor pangan, agribisnis, energi, otomotif, hingga infrastruktur. Diversifikasi sektor menjadikan grup ini salah satu pemain besar dalam industri kebutuhan dasar.

Berikut sejumlah saham yang dikendalikan, terafiliasi, atau menjadi portofolio investasi Grup Salim:

  • Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

  • DCI Indonesia Tbk (DCII)

  • Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

  • Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

  • Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS)

  • Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS)

  • Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

  • PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

  • Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

  • Nusantara Infrastructure Tbk (META)

  • Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

3. Grup Sinar Mas

Sinar Mas adalah konglomerasi milik keluarga Widjaja yang memiliki portofolio bisnis di sektor properti, pulp dan kertas, energi, serta jasa keuangan. Berikut beberapa saham yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas:

  • Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

  • Bank Sinarmas Tbk (BSIM)

  • Puradelta Lestari Tbk (DMAS)

  • Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

  • Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

  • Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

  • Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)

  • Smart Tbk (SMAR)

  • Duta Pertiwi Tbk (DUTI)

  • Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

4. Grup Barito Pacific

Grup Barito Pacific termasuk dalam daftar saham konglo. Grup yang dipimpin Prajogo Pangestu ini aktif di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan.

Berikut saham yang terafiliasi dengan Grup Barito:

  • Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

  • Barito Pacific Tbk (BRPT)

  • Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

  • Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

  • Petrosea Tbk (PTRO)

  • Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

BREN dan TPIA merupakan bagian dari struktur usaha BRPT, sedangkan CDIA berada dalam ekosistem Chandra Asri. Sementara itu, PTRO dikendalikan CUAN yang mayoritas sahamnya dimiliki Prajogo Pangestu.

5. Grup Astra

Grup Astra dikenal sebagai konglomerasi yang didirikan oleh Soeryadjaya dengan jaringan bisnis terintegrasi. Selain itu, Astra adalah salah satu grup usaha terbesar di Indonesia yang bergerak di sektor otomotif, alat berat, agribisnis, infrastruktur, kesehatan, hingga jasa keuangan.

Berikut saham yang dikendalikan, terafiliasi, atau menjadi portofolio investasi Grup Astra:

  • Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

  • Acset Indonusa Tbk (ACST)

  • Arkora Hydro Tbk (ARKO)

  • Astra Graphia Tbk (ASGR)

  • Astra International Tbk (ASII)

  • Astra Otoparts Tbk (AUTO)

  • Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

  • United Tractors Tbk (UNTR).

6. Grup Lippo

Grup Lippo yang dimiliki oleh keluarga Riady mengembangkan bisnis di bidang properti, layanan kesehatan, ritel, teknologi, hingga jasa keuangan. Berikut saham yang dikendalikan, terafiliasi, atau menjadi portofolio investasi Grup Lippo:

  • Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD)

  • Lippo Cikarang Tbk (LPCK)

  • Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

  • Multipolar Tbk (MLPL)

  • Multipolar Technology Tbk (MLPT)

  • Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)

  • Bank Nationalnobu Tbk (NOBU).

7. Grup CT

Emiten yang dikendalikan Grup CT meliputi Bank Mega Tbk (MEGA) dan Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Grup CT juga pernah tercatat memiliki investasi minoritas di Garuda Indonesia melalui PT Trans Airways.

Karakteristik saham konglo

Saham konglo memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari emiten lain. Berikut ciri-ciri saham konglo:

1. Memiliki banyak emiten dalam satu grup

Satu grup konglomerasi menaungi beberapa perusahaan yang tercatat di BEI. Hubungan antaremiten dapat berupa kepemilikan silang, rantai pasok, maupun kolaborasi operasional.

2. Diversifikasi bisnis lintas sektor

Konglomerasi umumnya tidak bergantung pada satu jenis usaha. Mereka mengembangkan bisnis di berbagai industri sehingga sumber pendapatan lebih beragam.

3. Kapitalisasi pasar besar

Sebagian besar saham konglo termasuk dalam kelompok saham berkapitalisasi besar atau big caps, bahkan banyak yang menjadi konstituen indeks LQ45 maupun IDX30.

4. Pergerakan saham dapat saling memengaruhi

Dalam beberapa kasus, sentimen terhadap satu perusahaan dapat berdampak pada emiten lain yang masih berada dalam grup yang sama.

5. Likuiditas relatif tinggi

Banyak saham konglomerasi aktif diperdagangkan oleh investor institusi maupun ritel. Kapitalisasi pasar yang besar juga membuat saham-saham tersebut menjadi penggerak IHSG.

Faktor yang membuat saham konglo diminati

Saham konglomerasi banyak diperhatikan investor karena menawarkan diversifikasi bisnis dalam satu emiten. Struktur ini memberikan eksposur ke berbagai sektor tanpa harus membeli banyak saham berbeda.

Selain itu, grup konglomerasi sering terlibat dalam proyek skala besar, termasuk infrastruktur dan energi, yang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan. Likuiditas yang tinggi juga membuat saham-saham ini relatif mudah diperdagangkan di pasar.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum beli saham konglo

Saham konglomerasi memiliki skala bisnis besar dengan struktur usaha yang kompleks. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Struktur bisnis yang kompleks. Banyaknya anak usaha membuat proses analisis lebih rumit.

  • Kinerja setiap entitas. Investor perlu menilai lini bisnis yang menjadi kontributor utama pendapatan, bukan hanya perusahaan induk.

  • Transaksi antarperusahaan. Aktivitas internal dalam satu grup dapat memengaruhi transparansi laporan keuangan dan persepsi pasar.

  • Perubahan regulasi dan kondisi ekonomi. Luasnya cakupan bisnis membuat kinerja grup lebih sensitif terhadap kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi.

Investor perlu melihat kinerja per sektor yang menjadi kontributor utama pendapatan. Rasio keuangan seperti Debt to Equity Ratio (DER) dapat digunakan untuk menilai struktur utang.

Aksi korporasi seperti akuisisi, IPO anak usaha, atau rights issue juga paturt dicermati karena sering memengaruhi sentimen pasar.

Demikian penjelasan mengenai saham konglo apa saja. Semoga bermanfaat.

FAQ seputar saham konglo apa saja

Apa itu saham konglo?

Saham konglo adalah saham perusahaan yang berada dalam grup konglomerasi atau kelompok usaha besar.

Saham konglo apa saja yang ada di BEI?

Contohnya BBCA, ASII, INDF, ICBP, BSDE, MEGA, LPKR, hingga UNTR.

Apakah semua saham konglo rutin membagikan dividen?

Tidak, karena kebijakan dividen setiap emiten bergantung pada hasil RUPS dan strategi perusahaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article