Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Setahun IPO, Emiten Tambang MINE Bagi Dividen Rp14,75/Saham
Jasa tambang PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE). (Dok. MINE)

Jakarta, FORTUNE - Setelah setahun IPO di bursa, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp14,75 per saham, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (22/4).

Secara total, dividen MINE itu setara dengan Rp60,23 miliar atau 30 persen dari laba tahun buku 2025 perseroan yang berjumlah Rp202 miliar. Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyampaikan, pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perseroan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca-IPO,” ujar Ivo dalam paparan publik seusai RUPST di Jakarta.

Ke depannya, kebijakan dividen MINE akan terus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan perseroan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kinerja keuangan, rencana ekspansi, serta dinamika dan prospek industri, sehingga tetap selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis perseroan.

Sepanjang 2025, MINE meraih pendapatan Rp2,36 triliun, naik 11,8 persen (YoY). Peningkatan itu didorong oleh kontribusi dua sumber pendapatan baru, yaitu proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang semakin memperkuat portofolio bisnis perseroan.

Pada 2026, MINE akan fokus memperoleh kontrak baru sekaligus menjaga kemitraan yang sudah ada. Perseroan juga akan mengembangkan lini bisnis sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan memperluas peluang pertumbuhan.

Penggunaan dana IPO MINE

Dalam kesempatan yang sama, manaj.emen juga melaporkan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana tersebut telah direalisasikan 100 persen sesuai dengan prospektus, yaitu: untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, serta sebagai modal kerja perseroan.

Selama 2025, MINE telah melakukan pengadaan alat berat sebesar Rp267 miliar yang digunakan untuk menunjang operasional kontrak-kontrak baru.

Ivo mengatakan, industri jasa penunjang pertambangan ke depan menunjukkan prospek positif, meski menghadapi sejumlah tantangan. Hal itu sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, dengan cadangan dan produksi yang signifikan di berbagai komoditas strategis, seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya.

"Ke depan, perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur," kata Ivo.

Editorial Team