MARKET

Ada Isu Divestasi KKR, Saham ROTI Melemah

Sari Roti pun menanggapi soal isu divestasi KKR.

Ada Isu Divestasi KKR, Saham ROTI MelemahProduk roti Sari Roti. (Website ROTI)
23 February 2024

Jakarta, FORTUNE - Kohlberg Kravis Roberts & Co (KKR & Co LP) kabarnya berniat menDivestasikan kepemilikan saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Pihak Sari Roti pun buka suara.

"Perseroan juga mengerti model bisnis KKR [sebagai PE] juga untuk menjual investasi-investasi yang dimilikinya setelah jangka waktu tertentu dengan tetap bergantung pada berbagai macam faktor, termasuk keadaan pasar, ekonomi, dan kelayakan dari potensi transaksi itu," kata Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia dan Ida Apulia Simatupang dalam keterbukaan informasi.

Kendati demikian, pihak Sari Roti mengaku belum menerima informasi dari KKR tentang rencana konkret yang berkaitan dengan aksi divestasi atas saham ROTI. Untuk itu, perseroan pun tak memiliki informasi seputar latar belakang dari wacana itu.

Selain itu, berdasarkan kondisi saat ini, ROTI juga menyatakan hal itu tak akan berdampak terhadap operasional perseroan.

"Sampai dengan tanggal surat ini (22/2), tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta harga saham, yang perseroan ketahui dan belum diungkap ke publik," jelas Manajemen ROTI. 

Adapun, KKR resmi menjadi salah satu pemegang saham ROTI pada Oktober 2017. Saat itu, KKR membeli 12,64 persen saham ROTI, nilainya US$74 juta.

Per akhir Januari 2024, KKR & Co LP sendiri memegang 22,16 persen saham ROTI sebanyak 1.370.798.546 atau setara 22,16 persen dari total saham yang telah diterbitkan oleh perseroan.

Pada Jumat pukul 14.51 WIB, saham ROTI melemah 0,79 persen ke level Rp1.250 per saham, setelah mengawali perdagangan di level Rp1.290 per saham. Jika mengacu pada harga saham ROTI itu, maka estimasi nilai investasi KKR di ROTI saat ini berjumlah Rp1,71 triliun.

Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi ROTI mencapai 2,08 juta saham, dengan nilai transaksi Rp2,06 miliar dan frekuensi transaksi 821 kali.

Pada 9 bulan pertama 2023, perseroan mencatatkan penjualan bersih sejumlah Rp2,84 triliun, turun 0,87 persen (YoY). Laba bersihnya pun menurun 12,26 persen (YoY) menjadi Rp229,92 miliar.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.