Comscore Tracker
MARKET

Emiten Grup Lippo-GoTo Bidik Rp890 M dari Rights Issue

Dalam prosesnya, MPPA menawarkan 1,17 miliar lembar saham.

Emiten Grup Lippo-GoTo Bidik Rp890 M dari Rights IssueLogo Hypermart. (Shutterstock/sofirinaja)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Setelah mengumumkan penambahan modal, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) kini merilis rencana penawaran umum terbatas (PUT VI) atau rights issue miliaran lembar saham.

Melansir prospektus MPPA, Rabu (13/10), perseroan menawarkan maksimal 1.171.200.788 saham biasa atas nama (saham baru). Jumlah saham yang bernilai maksimal Rp890.112.598.880 itu mewakili sebanyak-banyaknya 13,46 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT VI.

Nantinya, setiap pemegang 45 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 7 Desember 2021 pukul 16.15 WIB akan mendapatkan tujuh HMETD.

“Di mana satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp760 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham,” papar perseroan dalam dokumen yang diunggah ke laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lippo Group dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) atau GoTo Group akan terlibat dalam proses penambahan modal MPPA tersebut, sesuai dengan kabar yang beredar pada awal Oktober.

1. Akan Dicatat di BEI

Saham baru yang diterbitkan dalam rangka PUT VI ini akan dicatatkan di BEI. Mengacu pada prospektus, perdagangan HMETD di BEI dan luar BEI akan berlangsung selama lima hari. Mulai 9-10 Desember 2021 serta 13-15 Desember 2021.

Sementara itu, proses pencatatan saham baru dari gelaran HMETD bakal dilaksanakan pada 9 Desember 2021. Hari terakhirnya tentu jatuh pada 15 Desember—jika pelaksanaan HMETD melewati waktu tersebut maka hak tersebut tak berlaku lagi.

Terpenting, jika pemegang saham MPPA tak melakukan HMETD yang ditawarkan sesuai porsi sahamnya, maka proporsi kepemilikan saham mereka dalam perseroan akan terdilusi hingga maksimal 13,46 persen.

2. Komposisi Pemegang Saham Setelah HMETD

Jika seluruh HMETD dalam PUT VI berhasil dilaksanakan secara keseluruhan menjadi saham—dan penambahan modal tanpa HMETD (PNTHMETD) dilakukan secara keseluruhan (752.914.792)—maka berikut komposisi kepemilikan sahamnya:

- PT Multipolar Tbk (MLPL): 29,07 persen.

- Anderson Investment Pte Ltd: 16,69 persen.

- PT Aplikasi Karya Anak Bangsa: 6,20 persen.

- Investor PMTHMETD: 7,97 persen.

- Masyarakat (masing-masing kepemilikan di bawah 5 persen): 40,07 persen.

Namun, apabila PMTHMETD terlaksana secara keseluruhan dan HMETD dalam PUT VI hanya dilaksanakan oleh pemegang saham utama (MLPL)—sekaligus jika MLPL menjadi pembeli sisa saham HMETD—maka komposisi kepemilikan saham MPPA akan berubah lagi. Berikut rinciannya:

- PT Multipolar Tbk (MLPL): 36,04 persen.

- Anderson Investment Pte Ltd: 14,80 persen.

- PT Aplikasi Karya Anak Bangsa: 5,49 persen.

- Investor PMTHMETD: 8,16 persen.

- Masyarakat (masing-masing kepemilikan di bawah 5 persen): 35,51 persen.

3. Alokasi Dana dari PUT VI MPPA

Setelah dikurangi biaya pelaksanaan PUT VI, MPPA akan mengalokasikan modal baru untuk berbagai kebutuhan, terbagi menjadi:

- 16,9 persen untuk membayar sebagian pokok utang kepada BNI dan CIMB.

- 8,5 persen untuk belanja modal, seperti kebutuhan renovasi toko, pengembangan infrastruktur teknologi dan omnichannel, dan ekspansi toko baru.

- 74,6 persen untuk modal kerja, seperti peningkatan kualitas persediaan lewat pembelian barang dagangan dari pemasok.

Jika hasil PUT VI tak dapat mencukupi modal kerja, maka MPPA akan mencari sumber pembiayaan lain, antara lain penambahan kredit dari perbankan.

Related Articles