MARKET

Didorong Sejumlah Sentimen, IHSG Diproyeksi Naik Terbatas

Secara sentimen dan teknikal IHSG diprediksi menguat.

Didorong Sejumlah Sentimen, IHSG Diproyeksi Naik TerbatasProyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
28 November 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diperkirakan menguat terbatas, Selasa (28/11), setelah naik 0,054 persen ke level 7.013,41 kemarin.

Menurut CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, pergerakan IHSG saat ini, menjelang akhir tahun, masih ada di fase konsolidasi wajar. Dus, potensi penguatannya belum tampak terlalu besar.

Bahkan, dalam jangka pendek, William memprediksi IHSG relatif bergerak secara sideways akibat minimnya sentimen yang mampu mendorong naik IHSG secara signifikan. "Sehingga, peluang koreksi minor masih bisa investor manfaatkan untuk mengakumulasi pembelian," tulisnya dalam riset harian.

William sendiri memproyeksikan IHSG akan melaju di kisaran support 6.821 dan resisten di 7.054 pada hari ini. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: KLBF, SMRA, AALI, TBIG, ICBP, SMGR, dan BBNI.

Lebih lanjut, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memprediksi IHSG akan mengalami pullback ke rentang area psikologis 7.000 pada perdagangan hari ini. Menurutnya, IHSG kembali alami pullbakc setelah menguji level resisten 7.050.

"Dengan demikian, IHSG kembali membentuk upper-boundpanjang kedua kalinya secara berturut-turut," katanya dalam riset harian.

Dari segi teknikal, Alrich mengatakan, IHSG saat ini masih ada di kondisi rawan profit taking. Untuk itu, investor mesti mewaspadai peluang koreksi ke level kritis di 7.000.

Apa saja sentimen yang ada di pasar menurut Phintraco Sekuritas? Dari pasar domestik, melambatnya kenaikan M2 atau money supply di Indonesia dari 6 persen (YoY) pada September 2023 menjadi 3,4 persen (YoY) pada Oktober 2023 meningkatkan keyakinan pasar akan tren penurunan inflasi menuju akhir tahun.

Kemudian, hal itu juga membuat Alrich meyakini BI akan memiliki opsi untuk menahan laju suku bunga acuan di 6 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Desember mendatang. Hal itu turut memantik penguatan signifikan pada nilai tukar rupiah, yakni sebesar 0,45 persen pada Senin (27/11) sore.

Dengan adanya sentimen-sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah saham pilihan di perdagangan hari ini, yang terdiri dari: BMTR, ISAT, ACES, UNTR, SMGR, CTRA, BMRI, dan BBTN.

Related Topics